Jurus 'Triple Helix' Demi Tenaga Kerja Berkualitas

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 30/03/2017 13:18 WIB
President University mengadakan kerjasama dengan HAN University of Applied Science, Belanda untuk menciptakan tenaga kerja yang cerdas dan berpengalaman. President University bekerjasama dalam HAN University of Applied Science. (Dok. Jababeka Infrastruktur)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di era globalisasi, wajar jika perusahaan mencari tenaga kerja kompeten yang tidak hanya pintar berteori, melainkan juga jago dalam praktek.

Mengerti hal tersebut President University menyiapkan strategi baru. Kampus yang berlokasi di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara itu, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

“Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan perusahaan untuk program magang, adalah upaya President University dalam melahirkan sarjana yang cerdas dan berpengalaman,” tutur Rektor President University, Dr. Jony Oktavian Haryanto.


Saat ini, Jony menuturkan, President University telah bekerjasama dengan 30 universitas terkemuka di luar negeri.

Adapun, kerjasama terbaru adalah dengan HAN University of Applied Science, Belanda. Perjanjian kerjasama tersebut dilakukan pada Selasa (28/3), dan dihadiri oleh Direktur Utama PT. Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja, Direktur Utama Cikarang Dry Port Benny Woenardi, serta Dr Helen de Jong mewakili HAN University of Applied Science.

“Ini akan menjadi bentuk nyata kerjasama triple helix antara kampus, pemerintahan dan pengusaha,” papar Jony.

HAN University of Applied Science merupakan universitas terkemuka di Belanda yang fokus pada ilmu terapan terutama di bidang logistik. Kampus ini menggabungkan komponen praktik dan berorientasi dengan penelitian terapan. Terdapat empat fakultas, yaitu Faculty of Business Management and Law, Faculty of Health and Social Studies, Faculty of Engineering dan Faculty of Education.

“Letak President University yang berada di tengah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, menjadi keunggulan yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswanya,” ujar de Jong.

Perjanjian kerjasama ini meliputi program pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, pertukaran budaya, penyelenggaran konferensi internasional bersama, juga program penelitian bersama dan banyak hal.

“Di tahap awal kerja sama akan ada student exchange yang dilakukan pada semester ini,” sebut Jony, sembari menambahkan kerjasama ini adalah langkah awal memajukan kualitas pendidikan di Indonesia sekaligus menjembatani antara ilmu pengetahuan dengan praktek di lapangan.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK