ANALISIS
Hantu Emiten Semen Tahun Lalu Bernama Kelebihan Pasokan
CNN Indonesia
Senin, 10 Apr 2017 06:53 WIB
Di sisi lain, analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra menyatakan, secara industri penjualan semen memang masih belum dapat dikatakan membaik karena berlebihan pasokan (over supply) masih mendera sepanjang tahun lalu.
Terlebih lagi, kondisi over supply ini terjadi ditengah melambatnya pembangunan properti dan pembangunan infrastruktur yang stagnan tahun 2016.
"Tidak terlepas dari over supply, jadi dengan kapasitas produksi yang tinggi membuat emiten mau tidak mau menjual semennya dengan harga murah," terang Aditya.
Tak hanya itu, naiknya harga komoditas batu bara tahun lalu juga membuat beban perusahaan meningkat. Pasalnya, perusahaan semen perlu merogoh kocek yang lebih dalam untuk menutup biaya produksinya di pabrik yang dimiliki.
"Tahun lalu bahkan batu bara naik sampai US$100 per metrik ton, itu membebani perusahaan karena digunakan perusahaan semen di pabriknya," jelas Aditya.
Terlebih lagi, kondisi over supply ini terjadi ditengah melambatnya pembangunan properti dan pembangunan infrastruktur yang stagnan tahun 2016.
"Tidak terlepas dari over supply, jadi dengan kapasitas produksi yang tinggi membuat emiten mau tidak mau menjual semennya dengan harga murah," terang Aditya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu bahkan batu bara naik sampai US$100 per metrik ton, itu membebani perusahaan karena digunakan perusahaan semen di pabriknya," jelas Aditya.
Prospek Bisnis Semen 2017
BACA HALAMAN BERIKUTNYA