Genjot Investasi Cara Indonesia Lawan Ekonomi Global

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 09:50 WIB
Pemerintah akan mendorong sektor investasi tumbuh mencapai delapan persen tahun ini guna mendongkrak ekonomi tahun depan tumbuh 6,1 persen. Sektor investasi diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada tahun ini dan tahun depan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berkeras memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen tahun depan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Target ini, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2017 yang sebesar 5,1 persen.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjongero menilai, target pertumbuhan tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, target tersebut merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan Indonesia berupaya keras memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi tahun ini. Untuk itu, Indonesia pun menurut dia, perlu melawan arus ekonomi dunia yang tengah diselimuti ketidakpastian.

"Intinya Presiden ingin berupaya lebih, jangan hanya mengikuti gerak yang ada di global, tapi harus ada upaya lebih, jadi yang menjadi fokus tahun ini adalah investasi, dan seterusnya," ujar Bambang, Senin (22/5).


Pemerintah menurut dia, akan memanfaatkan sektor investasi sebagai penggerak utama ekonomi tahun ini. Pemerintah pun menargetkan rasio sektor investasi bisa mencapai 8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tahun ini investasi kan pertumbuhannya masih di sekitar 4 persen hingga 5 persen. Ini sama sekali tidak cukup, maka kita mau dorong investasi ke arah 7-8 persen, bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Mantan Menteri Keuangan itu pun berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan perannya dalam menarik investasi ke daerah secara merata.

"Pemda pada intinya harus sadar kalau pertumbuhan ekonominya mau cepat itu tergantung pada investasi. Jadi harus ada pemahaman mereka harus menarik investasi lebih banyak," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyampaikan pengantar dan keterangan pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2018.

Laporan ini disampaikan dalam Sidang Paripurna ke-25 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2016-2017 di Gedung Nusantara II DPR RI. Dalam kesempatan kesempatan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan pokok-pokok dalam RAPBN 2018 yang sebelumnya telah dibahas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satu yang disampaikan adalah pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,4 persen hingga 6,1 persen pada tahun 2018. Sementara itu, inflasi ditargetkan dapat berada dikisaran 2,5 persen hingga 4,5 persen, sasaran ini lebih rendah dibandingkan target tahun ini yang berada dikisaran 3 persen hingga 5 persen.