Laporan OPEC Sukses Dongkrak Harga Minyak

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 14/06/2017 07:37 WIB
Laporan bulanan OPEC menyebut bahwa produksinya meningkat 336 ribu barel per hari pada Mei lalu ke angka 32,14 juta barel per hari. Laporan bulanan OPEC menyebut bahwa produksinya meningkat 336 ribu barel per hari pada Mei lalu ke angka 32,14 juta barel per hari. (REUTERS/Stringer).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak ditutup menguat pada Selasa waktu Amerika Serikat (AS) atau Rabu (14/6), setelah organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) merinci pembatasan produksi di seluruh dunia. OPEC menyebutkan produksi minyaknya meningkat pada Mei 2017.

Seperti dilansir Reuters, pengiriman ekspor negara-negara anggota OPEC mencapai 26 juta barel per hari dalam enam bulan terakhir di tahun lalu. OPEC berharap, angka itu bisa turun menjadi 25,3 juta barel di semester I 2017.

Arab Saudi memangkas ekspor ke negara-negara Asia sebesar 300 ribu pada Juli mendatang, termasuk pengurangan pengiriman ke AS.


Namun, laporan bulanan OPEC menyatakan bahwa produksinya meningkat 336 ribu barel per hari pada Mei lalu ke angka 32,14 juta barel per hari gara-gara pemulihan produksi di Libya dan Nigeria yang dikecualikan dari kebijakan pemangkasan produksi.

Mendekati penutupan perdagangan, harga minyak menurun setelah American Petroleum Institute (API) menjelaskan bahwa persediaan minyak meningkat 2,8 juta barel. Padahal sebelumnya, analis meramal ada pengurangan produksi 2,7 juta barel.

Pelaku pasar masih mengonfirmasi data API dengan menunggu data Energy Information Administration (EIA) hari ini.

Saat ini, harga patokan Brent LCOc1 ditutup melonjak US$0,43 per barel ke angka US$48,72 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) menguat US$0,38 per barel ke angka US$46,46 per barel.

Selain itu, kegiatan pengeboran AS terus berlanjut dan menyebabkan produksi AS meningkat 10 persen sejak pertengahan tahun lalu ke angka 9,3 juta barel per hari.

Namun demikian, pelaku pasar yakin persediaan di hub minyak berjangka di Cushing, negara bagian Oklahoma akan menurun lebih dari 1,8 juta barel.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK