Menurutnya, semua negara pasti pernah mengalami deindustrialisasi. Namun, untuk kasus Indonesia, status waspada memang patut disematkan.
Menurut Faisal, sebagian besar negara yang mengalami fase deindustrialisasi umumnya adalah negara maju, di mana sektor manufaktur sudah memasuki masa dewasa (mature).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, khusus untuk kasus di Indonesia, sektor manufaktur sudah layu di tengah tingginya ketergantungan dari industri padat karya. Ia mengutip data BPS pada kuartal III 2017, di mana sektor makanan dan minuman mengambil porsi 34,95 persen terhadap total nilai industri non migas.
Di tahun 2016, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia ada di angka US$3.400, sementara Bank Dunia mencatat bahwa standar pendapatan negara maju minimal memliki pendapatan per kapita US$12.236.
“Kalau di negara maju, sektor industri sudah lewat masa maturity lalu bergeser ke jasa. Indonesia bahkan belum sempat mengalami industri manufaktur yang mature, belum sampai high value added. Bahkan belum sampai juga pertumbuhan industri mencapai dua digit, sudah keburu turun,” paparnya.
(CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
(CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)