Trump Akan Bantu Boeing Atasi Krisis Keuangan

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 13:52 WIB
Trump Akan Bantu Boeing Atasi Krisis Keuangan Presiden AS Donald Trump berencana membantu Boeing atasi krisis keuangan. (AFP Photo/Jim Watson).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pemerintahannya akan membantu perusahaan penerbangan Boeing untuk menghadapi krisis akibat wabah virus corona. Trump telah menyuarakan bantuan kepada Boeing sebelum perusahaan mengkonfirmasi tengah meminta bantuan pemerintah sebesar US$60 miliar sebagai jaminan utang mereka.

Sebelumnya, Trump telah memberikan bantuan untuk berbagai maskapai penerbangan nasional. Bantuan sebesar US$50 miliar digelontorkan untuk maskapai penumpang, US$8 miliar untuk maskapai kargo dan US$10 miliar untuk bandara negara.

Saat ditanya apakah pemerintah akan membantu Boeing dan pemasok pesawat seperti General Electric (GE), Trump hanya menyebut akan membantu Boeing. Boeing dihantui krisis keuangan setelah pesawat seri 737 Max hasil produksi mereka dihentikan penjualannya sejak tahun lalu.


Penghentian dilakukan terkait dua kecelakaan fatal yang menimpa pesawat jenis tersebut di Indonesia dan Ethiopia. Sebagai informasi, kecelakaan tersebut telah menewaskan 346 orang.

Melansir CNN, penghentian produksi dan penjualan tersebut telah menguras kas perusahaan hampir US$19 miliar. Trump mengatakan sebelum kejadian krisis 737 Max, dia menganggap Boeing sebagai perusahaan terbaik di dunia.

"Lalu tiba-tiba semua ini menghantam," katanya.

Namun Trump tak mendetail bantuan seperti apa yang akan diberikan. "Ya, saya pikir kita harus melindungi Boeing. Tentu saat maskapai mengalami kesulitan, Boeing juga mengalami hal serupa. Jadi pemerintah akan membantu Boeing," ucapnya.

Boeing menyatakan apresiasi atas bantuan dan dukungan Donald Trump kepada 2,5 juta pekerja dan 17 ribu pemasok yang diandalkan Boeing sebagai eksportir nomor 1 AS.

[Gambas:Video CNN]
"Kami berharap dapat bekerja sama dengan administrasi dan kongres," kata perusahaan.

Perusahaan dirgantara terbesar dunia itu menyebut paket bantuan yang diminta utamanya akan digunakan sebagai jaminan pinjaman. Menurut mereka, ini merupakan salah satu cara terpenting bagi maskapai, bandara, pemasok, dan produsen untuk menjembatani pemulihan.

"Dana akan digunakan untuk mendukung kesehatan industri penerbangan sebab sebagian besar dari likuiditas penopang Boeing akan digunakan sebagai pembayaran kepada pemasok untuk menjaga kesehatan rantai pasokan," jelas Boeing.

Lebih lanjut, perusahaan menyebut prospek jangka panjang industri masih kokoh. Namun hingga angka penumpang lintas global kembali normal, langkah-langkah untuk meminimalisir tekanan terhadap sektor penerbangan dan ekonomi akan dibutuhkan.

Di luar krisis 737 Max, Boeing tengah menghadapi krisis baru akibat maskapai di seluruh dunia dihadapkan oleh risiko kebangkrutan karena terjunnya angka penumpang. Para maskapai berpotensi tak mampu menyelesaikan pembayaran dari pemesanan yang telah dilakukan.

Menurut analis Airlines for America, kelompok perdagangan industri, mayoritas maskapai AS tengah menghadapi kekeringan uang tunai. Diperkirakan kas maskapai akan ludas sebelum akhir Juni.

Dan jika mendapat suntikan dana negara (bailout) dan tak kekurangan uang tunai, kemungkinan besar maskapai tak akan menerima pengiriman jet dalam waktu dekat. Kebanyakan maskapai telah memarkirkan pesawat mereka seiring dengan pemangkasan jadwal penerbangan.

(wel/agt)