Bahlil Mau Jemput APD di Korea-China, Erick Usul Naik Garuda

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 06:00 WIB
Bahlil Mau Jemput APD di Korea-China, Erick Usul Naik Garuda Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengaku ingin menjemput bahan baku APD dari Korea dan China demi memenuhi kebutuhan tenaga medis menangani covid-19. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim mau menjemput sendiri bahan baku alat pelindung diri (APD) dari Korea dan China. Hal itu dikarenakan ia butuh memastikan kebutuhan tenaga medis dalam penanangan virus corona terpenuhi.

Namun, Bahlil mengaku masih akan mengkoordinasikan niatannya tersebut dengan industri terkait dan Kementerian BUMN.

"Kami lakukan langkah-langkah koordinasi dengan industri, pabrik, dan Kementerian BUMN, bagaimana caranya kita bisa menjemput bahan baku," ujarnya dalam penyerahan bantuan dari LG, investor asal Korea Selatan, untuk penanganan covid-19 di Indonesia, dilansir Antara, Senin (6/4).


Bahlil melanjutkan Korsel dan China menjadi sasaran utama karena merupakan produsen bahan baku APD terbaik di dunia. Ia bahkan menyebut Eropa dan AS pun berebut bahan baku APD dari dua negara tersebut.

"Doakan saja insyaallah kita punya koordinasi baik, jadi bisa siapkan bahan bakunya," tutur dia.

Bahlil mengatakan telah meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bisa menyewa pesawat yang akan digunakan guna menjemput bahan baku APD.

Penjemputan bahan baku APD disebutnya akan sangat penting dilakukan, mengingat kapasitas produksi APD dalam negeri mencapai 17 juta potong.

"Amerika saja ambil bahan baku di China seperti 'ada uang, ada barang'. Kalau kita terlambat pesan, enggak dapat barang. Ini terjadi kemarin kita ada industri terlambat bayar uang muka, diambil oleh Amerika. Kita enggak mau kejadian ini, makanya kita support pesawat mereka, mungkin dari BUMN supaya produksi bisa berjalan," terang dia.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam penyerahan bantuan menyanggupi bahwa maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk siap ditugaskan dalam misi tersebut.

"Garuda masih terbang kok," pungkas Erick Thohir.

[Gambas:Video CNN] (bir/agt)