Citi Ongkosi Rp17 T Tutup Celah Kekayaan Orang Kulit Hitam

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 11:13 WIB
Citi berinvestasi US$1,15 miliar untuk mengongkosi kredit rumah dan kredit modal kerja bagi orang kulit hitam dan warna lain di AS. Citi berinvestasi US$1,15 miliar untuk mengongkosi kredit rumah dan kredit modal kerja bagi orang kulit hitam dan warna lain di AS. (AFP/Alastair Pike).
Jakarta, CNN Indonesia --

Citibank kelas kakap yang berbasis di Amerika Serikat, mengumumkan program baru untuk menutup kesenjangan kekayaan orang kulit hitam. Untuk mengongkosi program anyar ini, Citi menggelontorkan dana US$1,15 miliar setara Rp17,25 triliun (kurs Rp15 ribu per dolar AS).

Program bertajuk kesetaraan ras ini terinspirasi dari kematian warga kulit hitam AS, George Flyod, pada awal tahun.

Dari total dana US$1,15 miliar tersebut, di antaranya US$550 juta akan digunakan untuk membantu orang kulit berwarna membeli rumah dengan harga terjangkau. Rumah itu pun dibangun oleh pengembang minoritas.


Kemudian, US$350 juta di antaranya akan digunakan untuk pengadaan bisnis orang-orang kulit hitam.

Dalam wawancaranya dengan CNN Business, dikutip Kamis (24/9), Citi bertujuan memajukan kesetaraan ras di AS dan memberikan akses perbankan dan kredit ke orang-orang kulit hitam.

CEO Citigroup Michael Corbat mengatakan menutup kesenjangan kekayaan orang kulit berwarna penting untuk menciptakan masyarakat adil dan inklusif.

"Ini adalah momen untuk berdiri dan diperhitungkan dan Citi berkomitmen untuk memimpin dan berinvestasi dalam komunitas kulit berwarna untuk membangun kekayaan dan masa depan keuangan yang kuat," ujarnya dalam pernyataan.

Karenanya, Citi juga menambah hibah US$100 juta untuk meningkatkan pendapatan bank atau lembaga simpanan milik minoritas. Hibah US$100 juta lainnya juga akan diberikan kepada agen perubahan komunitas lokal.

"Dan US$ 50 juta sisanya akan diberikan sebagai modal investasi kepada pengusaha kulit hitam," terang Corbat.

Survei The Fed pada 2016 lalu mengungkap diskriminasi di industri keuangan membuat kesenjangan kekayaan atau ekonomi di antara orang kulit putih dengan orang kulit berwarna di AS.

Akibatnya, kekayaan rata-rata rumah tangga kulit putih di AS saat ini berkisar 10 kali lipat dari orang-orang kulit putih.

Lebih dari 20 persen orang kulit hitam di AS hidup di bawah garis kemiskinan bersama dengan 8 persen orang kulit putih. Tak hanya itu, hampir 10 persen orang kulit hitam juga tidak memiliki asuransi kesehatan apabila dibandingkan 5,4 persen orang kulit putih.

Pandemi virus corona diperkirakan akan memperburuk ketimpangan ekonomi orang kulit hitam dan putih. Penelitian Citi melansir kegagalan mengatasi kesenjangan ras tersebut telah merugikan AS hingga US$16 triliun dalam PDB 20 tahun terakhir.

Bila kesenjangan itu ditutup, Amerika bisa menambah US$5 triliun dalam PDB-nya selama lima tahun ke depan.

[Gambas:Video CNN]



(bir/age)