Kiat Cegah Potensi Stroke pada Usia Paruh Baya
Hanna Azarya Samosir | CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2015 11:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pengidap stroke pada rentang usia 40-50 tahun mulai meroket. Obesitas dan gaya hidup tidak sehat kerap kali disalahkan atas keadaan ini.
Di Indonesia hal ini dipertegas oleh data awal dari Sample Registration Survey tahun 2014 yang sedang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan. Hasil sementara dari survei itu menyebut di Indonesia, stroke menjadi penyakit paling membunuh nomor satu.
(Baca juga: 10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia)
Sebagai bandingan data salah satu badan di Departemen Kesehatan Inggris (NHS) pada 2000 menunjukkan bahwa pria usia 40-54 tahun yang dilarikan ke rumah sakit akibat stroke meningkat hingga 46 persen. Sementara itu, angka tersebut pada wanita juga melonjak hingga 30 persen.
Peningkatan tersebut tak hanya berdampak pada angka tingkat kesehatan, tapi juga finansial. Mengacu pada data Asosiasi Stroke, kerugian akibat stroke bisa mencapai angka 1,3 miliar Pound Sterling dalam jangka waktu setahun.
"Penderita stroke tidak dapat kembali bekerja menyebabkan jatuhnya pendapatan, meningkatkan utang rumah tangga, dan sistem benefit yang tidak disadari terjadi karena stroke," ujar Kepala Eksekutif NHS, Jon Barrick, seperti dilansir The Guardian, Selasa (12/5).
Semakin cepat stroke dideteksi dan ditangani, semakin kecil kemungkinan tewas akibat penyakit ini. Namun, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana cara mencegah stroke menyerang di usia paruh baya.
Berikut adalah beberapa kiat untuk menghindari terjadinya stroke.
Di Indonesia hal ini dipertegas oleh data awal dari Sample Registration Survey tahun 2014 yang sedang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan. Hasil sementara dari survei itu menyebut di Indonesia, stroke menjadi penyakit paling membunuh nomor satu.
(Baca juga: 10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan tersebut tak hanya berdampak pada angka tingkat kesehatan, tapi juga finansial. Mengacu pada data Asosiasi Stroke, kerugian akibat stroke bisa mencapai angka 1,3 miliar Pound Sterling dalam jangka waktu setahun.
"Penderita stroke tidak dapat kembali bekerja menyebabkan jatuhnya pendapatan, meningkatkan utang rumah tangga, dan sistem benefit yang tidak disadari terjadi karena stroke," ujar Kepala Eksekutif NHS, Jon Barrick, seperti dilansir The Guardian, Selasa (12/5).
Semakin cepat stroke dideteksi dan ditangani, semakin kecil kemungkinan tewas akibat penyakit ini. Namun, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana cara mencegah stroke menyerang di usia paruh baya.
Berikut adalah beberapa kiat untuk menghindari terjadinya stroke.
Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok
BACA HALAMAN BERIKUTNYA