Jijik pada Tikus atau Kecoa Menandakan Anda Lebih Sehat
Windratie | CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2015 16:32 WIB
Jijik adalah bagian dari sifat mendasar manusia, kata Val Curtis, spesialis higiene di London School of Hygiene dan Tropical Medicine.
“Penelitian menunjukkan ada banyak hal yang membuat orang jijik. Termasuk, kotoran tubuh, orang-orang yang sakit atau tidak higienis, lingkungan kotor, makanan tertentu, terutama jika makanan tersebut asing, hewan tertentu seperti tikus dan kecoak.
“Jijik adalah alasan mengapa kita mengembangkan sikap. Kita belajar bahwa meludah, misalnya, membangkitkan perasaan jijik pada orang lain, jadi kita tidak melakukannya.”
Hal ini dapat menjadi indikator kesehatan yang menarik. Penelitian dari Universitas Trnava, Slovakia, yang melibatkan 100 relawan menemukan, orang-orang yang rasa jijiknya lebih besar terhadap parasit, dan serangga memiliki kesehatan lebih baik daripada peserta yang lain.
“Hal ini mendukung gagasan, jijik dan rasa takut terhadap objek-objek yang membawa penyakit dapat mencegah kontak dengan benda menular tersebut,” kata para peneliti.
“Penelitian menunjukkan ada banyak hal yang membuat orang jijik. Termasuk, kotoran tubuh, orang-orang yang sakit atau tidak higienis, lingkungan kotor, makanan tertentu, terutama jika makanan tersebut asing, hewan tertentu seperti tikus dan kecoak.
“Jijik adalah alasan mengapa kita mengembangkan sikap. Kita belajar bahwa meludah, misalnya, membangkitkan perasaan jijik pada orang lain, jadi kita tidak melakukannya.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hal ini mendukung gagasan, jijik dan rasa takut terhadap objek-objek yang membawa penyakit dapat mencegah kontak dengan benda menular tersebut,” kata para peneliti.
Jijik dan kecenderungan pilihan pasangan perempuan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA