5 Tanda Si Dia Begitu Egois di Ranjang

tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 22:47 WIB
Seks yang saling memahami kebutuhan masing-masing mungkin jadi pengalaman paling indah. Tapi tak menutup kemungkinan si dia egois di ranjang. (iStockphoto/Tom Merton)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seks yang saling memahami kebutuhan masing-masing mungkin jadi pengalaman paling indah yang pernah ada. Mencapai kepuasan rasanya bukan hal yang tidak mungkin.

Sebaliknya, saat pasangan malah egois dan mau enaknya sendiri, seks seperti bencana. Menurut Gracie Landes, terapis seks yang berbasis di New York, menghadapi pasangan yang egois di ranjang bisa lebih sulit dari yang Anda pikirkan.

"Saya melihat keegoisan ada pada spektrum yang dimulai dari tidak menunjukkan sedikit perhatian atau perhatian tentang apa yang Anda inginkan," kata Gracie mengutip dari Bustle.


Dia berkata, sebaiknya Anda tahu apa yang Anda inginkan dan punya inisiatif untuk mendapatkannya dengan cara yang sehat. Sembari melakukan ini, kenali tanda pasangan yang egois di ranjang dan cara mengatasinya.

1. Anda melakukan 'segala sesuatunya'

Sesi foreplay jadi momen untuk membangun suasana. Anda dan pasangan saling melancarkan 'aksi' sehingga mood makin nyaman, tercipta suasana erotis dan kesiapan tubuh untuk ke sesi berikutnya. Namun saat Anda mengupayakan semua sendiri, tapi si dia tidak memperhatikan apa yang Anda inginkan bahkan membiarkan Anda begitu saja, ini jadi tanda pasangan Anda egois.

"Anda tahu pasangan Anda egois di ranjang saat dia hanya berbaring menunggu Anda melakukan semuanya untuk menciptakan suasana erotis," kata Jenni Skyler, seksolog dan terapis seks mengutip dari Well and Good.

Dia berkata biasanya pasangan yang egois tidak banyak melakukan sentuhan atau setidaknya melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan ke dirinya. Kadang ini terjadi akibat trauma dan seperti terpicu saat harus membalas sentuhan atau stimulasi. Kemudian ini pun diterjemahkan sebagai keegoisan.

Jika sudah begini, sebaiknya Anda dan pasangan duduk bersama dan bicara. Jika persoalannya adalah trauma, ini perlu ditindaklanjuti dengan meminta pertolongan profesional.

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK