CERITA TAKJIL

Hikayat Cendol, Minuman Kenyal Segar Sejak Zaman Majapahit

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 01/05/2021 15:30 WIB
Es cendol bisa jadi takjil yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Namun, tahukah Anda cerita di balik cendol dan popularitasnya? Ini cerita takjil cendol. Es cendol bisa jadi takjil yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Namun, tahukah Anda cerita di balik cendol dan popularitasnya? Ini cerita takjil cendol.(Istockphoto/Getty Images/MielPhotos2008)
Jakarta, CNN Indonesia --

Apa menu takjil berbuka puasa Anda kali ini? Dari sekian banyak sajian berbuka yang dapat Anda temukan, rasanya es cendol bisa jadi pilihan.

Selain rasanya yang nikmat, kesegaran es cendol bisa memuaskan dahaga setelah seharian berpuasa. Es cendol juga mudah ditemukan dan harganya terjangkau.

Tapi tahukah Anda dari mana asal mula es cendol? dan apa bedanya dengan es dawet? Dari mana pula asalnya es cendol 'Elizabeth' yang melegenda di Kota Parahyangan, Bandung?


Es cendol sendiri awalnya terbuat tepung hunkwe, namun kini es cendol banyak menggunakan tepung beras karena lebih praktis dan mudah ditemukan. Cendol yang sudah dibentuk kemudian disajikan dengan air gula merah, santan, dan disajikan dengan es batu agar dingin. Seiring perkembangan zaman, kini es cendol memiliki banyak varian, seperti es cendol dengan isian nangka, kelapa, atau es cendol alpukat.

Lalu dari mana awal mula panganan manis nan menyegarkan ini?

Cendol mungkin sudah umum di beberapa negara Asia sejak lama. Hal ini dikarenakan bahan baku pembuatan cendol, seperti tepung beras, tepung sagu, atau tepung kacang hijau mudah di temukan di Asia Tenggara.Negara seperti Singapura, Malaysia, dan Kamboja juga menawarkan menu es cendol khas, meski sebenarnya sajian ini mirip-mirip.

Pada 2018 lalu, CNN Travel merilis daftar 50 desserts alias makanan penutup andalan dari berbagai penjuru dunia, salah satunya cendol. Namun ini disebut berasal dari Singapura. Ketika dihubungi CNNIndonesia.com kala itu, pakar kuliner, William Wongso, mengaku tak heran dengan keberadaan cendol di Singapura. Cendol, kata William, ditemukan di berbagai negara Asia Tenggara. Selain di Singapura dan Indonesia, cendol juga ditemukan di sejumlah negara Asean lainnya seperti Malaysia, Kamboja, Timor Timur, Vietnam, Thailand, dan Myanmar dengan nama yang saling berbeda satu sama lain.

Yang membedakan di antara kesemuanya ialah ragam sajian dan bahan cendol yang ditonjolkan. "Bahan cendol, kan, sagu, tepung sari kacang hijau atau tepung hunkwe dan tepung beras. Masing-masing bikin dengan komposisi beda," ujar William saat itu.

HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK