Bahaya Antibiotik pada Ternak Bisa Berdampak ke Manusia

tim, CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 12:06 WIB
Antibiotik seringkali dianggap 'obat dewa' karena ampuh menyembuhkan banyak penyakit. Tak cuma buat manusia tapi juga untuk hewan ternak. Antibiotik seringkali dianggap 'obat dewa' karena ampuh menyembuhkan banyak penyakit. Tak cuma buat manusia tapi juga untuk hewan ternak. (Thinkstock/tarczas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Antibiotik seringkali dianggap 'obat dewa' karena ampuh menyembuhkan banyak penyakit. Tak cuma buat manusia tapi juga untuk hewan ternak. Setiap makhluk hidup bisa sakit, termasuk hewan ternak. Ketika sakit, pemberian obat termasuk antibiotik akan diberikan pada hewan ternak.

Pemberian antibiotik yang tidak tepat bisa membuat hewan ternak mengalami resistensi antibiotik. Apa hubungannya dengan manusia? Tentunya ini akan berbahaya jika hewan ternak tersebut berakhir di meja makan.

Pasalnya, resistensi antibiotik juga bisa ditularkan melalui daging hewan ternak yang dikonsumsi manusia. Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, Imran Agus Nurali mengatakan, ada risiko penularan langsung resistensi antibiotik saat mengonsumsi daging ternak.


"Yang kami takutkan adalah terjadi penularan secara langsung. Jadi pada ternak itu sudah ada zat kimia yang resisten terhadap antibiotik, dan ditransfer ke manusia lewat daging yang dimakan," kata Imran.

Hewan ternak yang sering diberikan antibiotik juga bisa mengandung residu pada dagingnya. Ketika dikonsumsi oleh manusia, residu tersebut bisa ikut masuk ke dalam tubuh.

Kondisi tersebut sama halnya dengan mengonsumsi antibiotik ketika tidak sedang sakit.

Padahal antibiotik diberikan ketika mengalami infeksi akibat bakteri. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang (overuse) bisa menyebabkan resistensi. Begitu juga dengan penggunaan antibiotik terlalu singkat (underuse) yang juga menyebabkan resistensi.

"Antibiotik juga hanya digunakan ketika sakit karena bakteri. Ketika sakit karena virus atau jamur, itu beda lagi, nah ini juga yang harus diperhatikan pemberiannya pada hewan ternak," ucap Imran.

Imran juga menegaskan bahwa resistensi antibiotik tidak hanya terjadi pada hewan ternak, melainkan juga pada ikan, udang, dan lain-lain.

"Kemenkes sedang berkomunikasi lebih lanjut dengan ditjen peternakan di Kementerian Pertanian dalam hal penggunaan antibiotik untuk hewan. Supaya tidak berdampak pada manusia," tuturnya.

Upaya pencegahan resistensi antibiotik dari hewan ternak

CDC mengatakan hewan bisa membawa bakteri resisten terhadap antibiotik. Bakteri resisten tersebut bisa masuk ke tubuh manusia jika mengonsumsi daging yang terkontaminasi.

Agar tak terkontaminasi bakteri resisten tersebut, Anda perlu memastikan memasak daging baik unggas atau makanan laut hingga matang. Memasaknya hingga matang bisa membantu membunuh bakteri yang ada.

Selain itu, pisahkan daging atau makanan laut Anda dengan bahan lain. Menempatkannya pada satu wadah bisa membuat bakteri berpindah. Pastikan juga kebersihan peralatan dapur, dan cuci tangan sebelum, dan setelah memasak.

(mel/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK