Panduan Isolasi Mandiri yang Benar di Rumah

tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 12:15 WIB
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar isolasi mandiri di rumah tetap aman dan tidak menularkan virus tersebut pada keluarga. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar isolasi mandiri di rumah tetap aman dan tidak menularkan virus tersebut pada keluarga. (iStockphoto/demaerre)
Jakarta, CNN Indonesia --

Angka kasus Covid-19 menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Total kasus kumulatif bahkan mencapai 2.004.445 kasus per Senin (21/6).

Penambahan kasus positif tersebut berdampak pada keterisian rumah sakit khusus Covid-19. Pasien Covid-19 bergejala sedang-berat memang membutuhkan perawatan di rumah sakit, tapi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Isolasi mandiri menjaga supaya orang-orang sekitar tidak tertular. Isolasi mandiri juga memudahkan petugas kesehatan memantau pasien, serta mengurangi beban rumah sakit.


Mengapa harus melakukan isolasi atau karantina? Mengutip laman Kemenkes RI, isolasi dilakukan untuk menjaga supaya orang-orang di sekitar kita tidak tertular dan memudahkan petugas kesehatan untuk memantau kesehatan orang yang dikarantina/isolasi.

Namun isolasi mandiri di rumah pun tak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar isolasi mandiri di rumah tetap aman dan tidak menularkan virus tersebut pada keluarga.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat isolasi mandiri di rumah:

1. Dilakukan dua pekan (14 hari)

Menurut Kementerian Kesehatan, isolasi mandiri dilakukan selama dua pekan sejak kontak terakhir dengan kasus konfirmasi.

Selama dua pekan tersebut, hindari pergi keluar rumah, kontak dengan orang luar, bahkan kontak dengan keluarga.

Mengutip berbagai sumber, pasien harus menyelesaikan masa isolasi sampai hari terakhir. Jika tanpa gejala, masa isolasi 10 hari sejak pengambilan spesimen swab. Sedangkan gejala ringan: 10 hari sejak muncul gejala dan perlu ditambah sampai 3 hari bebas gejala jika masih ada gejala di hari ke-10

2. Tinggal di kamar terpisah

Dokter spesialis penyakit dalam RA. Adaninggar mengatakan, idealnya pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri berada di kamar terpisah.

"Tapi jika tidak memungkinkan, maka pasien bisa tidur di kasur berbeda dengan jarak kurang lebih satu meter," kata Adaning dalam unggahan Instagramnya. CNNIndonesia.com telah mendapat izin mengutip unggahan tersebut.

Perhatikan juga sirkulasi udara di kamar. Buka jendela jika kamar memiliki sirkulasi udara langsung ke luar rumah. Penggunaan kipas angin juga diperhatikan agar aliran angin keluar.

Panduan Isolasi di Rumah

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK