Masturbasi yang Baik, Masturbasi Tanpa Video Porno

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 27/06/2021 22:50 WIB
Seksolog justru menyarankan untuk melakukan masturbasi tanpa bantuan video porno sebagai rangsangan seksual. Mengapa demikian? Ilustrasi. Seksolog justru menyarankan untuk melakukan masturbasi tanpa bantuan video porno sebagai rangsangan seksual. (Istockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas masturbasi kerap dikaitkan dengan video porno. Namun, ternyata video porno tak selalu membuat masturbasi jadi menyenangkan.

Seksolog Haekal Anshari mengatakan bahwa masturbasi tidak boleh dilakukan sambil menonton video porno.

"Kenapa? Kalau sambil nonton film porno, sama saja mengambil jalan pintas, enggak ada usaha," ujar Haekal, saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


Masturbasi tanpa bantuan film porno, lanjut Haekal, akan melatih otak untuk membangun imajinasi dan rangsangan seksual yang sifatnya organik.

Ada empat tahap respons siklus seksual menurut peneliti William Masters dan Virginia Johnson. Pertama adalah rangsangan yang meningkatkan ketegangan otot, membuat jantung berdetak lebih kencang, puting mengeras, meningkatnya aliran darah ke area genital, lubrikasi pada vagina, dan skrotum pria yang mengencang.

Kedua adalah fase datar atau plateau. Fase ini, lanjut Haekal, merupakan fase jelang orgasme. Fase kemudian dilanjut dengan tahap orgasme, yang menjadi klimaks dari siklus respons seksual dan biasanya berlangsung dengan sangat cepat.

Terakhir adalah resolusi, di mana tubuh perlahan kembali ke keadaan normal.

"Nah, orang yang melakukan aktivitas seksual, idealnya melalui empat tahap ini. Tapi, kalau orang yang nonton film porno enggak melakukan fase ini dengan sempurna, [seperti diberi] jalan pintas. Pas mulai, langsung orgasme," kata Haekal.

Apa Bahayanya?

Bahaya masturbasi ditemani video porno bisa dibagi menjadi dua yakni, dampak pada orang yang masih lajang dan orang yang sudah memiliki pasangan.

Bagi yang masih lajang, masturbasi sembari nonton video porno bisa membuat seseorang mempertanyakan seksualitasnya. Haekal mengatakan, seseorang akan mulai membandingkan kondisi tubuhnya dengan tubuh dan performa bintang film porno yang ditontonnya. Padahal, film porno dibuat untuk membangkitkan rangsangan seksual penontonnya.

Ilustrasi Menonton Video PornoIlustrasi. Masturbasi tanpa film porno akan melatih otak untuk membangun rangsangan seksual sendiri. (iStockphoto/Xesai)

"Bahkan ada riset, orang yang seminggu sekali nonton film porno, dalam 10 tahun fungsi eksekutif otak bagian depan terganggu. Fungsi eksekutif ini untuk membuat keputusan yang tepat di saat yang genting," kata dokter yang tergabung dalam Asosiasi Seksolog Indonesia (ASI) itu.

Sedangkan buat mereka yang sudah memiliki pasangan, kebiasaan masturbasi sembari nonton film porno akan mengganggu kehidupan seksual bersama pasangan. Hubungan seksual terasa mengecewakan karena tidak sesuai ekspektasi atau tidak sesuai dengan apa yang diperoleh dari tontonan porno.

Terbiasa terpapar film porno akan memengaruhi hubungan seks yang sesungguhnya. Otak, lanjut dia, tidak bisa lagi menangkap rangsangan riil karena terbiasa diberikan sesuatu yang instan.

"Kemudian hubungan seks tidak memuaskan, dia kecewa. Film porno, kan, sangat didramatisir. Lalu, kalau dipaksakan pada istri belum tentu diterima," imbuhnya.

Masturbasi Jangan Dijadikan Pelarian

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK