AS Selidiki Dugaan Konser The Chainsmokers Tak Patuh Protokol

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 09:00 WIB
Kementerian Kesehatan Amerika Serikat akan menyelidiki dugaan pelanggaran aturan jaga jarak dalam konser drive-in The Chainsmokers akhir pekan lalu. Ilustrasi konser The Chainsmokers. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur New York, Andrew Cuomo, memastikan bahwa Kementerian Kesehatan Amerika Serikat akan menyelidiki dugaan pelanggaran aturan jaga jarak dalam konser drive-in The Chainsmokers akhir pekan lalu.

Cuomo menyatakan kepastian tersebut melalui kicauan di Twitter sembari mengunggah rekaman video yang memperlihatkan konser di Southampton itu sama sekali tak menerapkan aturan jaga jarak.

"Saya sangat terkejut. Kementerian Kesehatan akan menggelar investigasi. Kami tidak menoleransi kegiatan ilegal dan tak bertanggung jawab yang membahayakan kesehatan publik," tulis Cuomo.


The Chainsmokers memang sudah menuai kritik sejak sejumlah warganet mengunggah video ketika mereka menghadiri konser drive-in tersebut, termasuk pengguna Twitter bernama Rex Chapman.

Dalam video berdurasi dua detik yang ia unggah itu terlihat penonton tidak menjaga jarak dan beberapa tak mengenakan masker.

"The Chainsmokers menggelar konser 'drive-in' kemarin malam. Tidak ada social distancing selama pandemi. Mungkin kita akan celaka," tulis Rex.

Sebagaimana dilansir NME, konser itu sebenarnya dirancang dengan penerapan social distancing di mana penonton menyaksikan penampilan musisi dari dalam mobil.

Penonton juga bisa menyaksikan dari luar mobil, tapi tetap berada di area tempat parkir yang sudah ditandai untuk satu mobil seluas 6x6 meter atau 6x4,5 meter.

Selama konser berlangsung, penonton hanya diperbolehkan keluar dari batas tersebut jika ingin ke toilet. Penonton juga diwajibkan menggunakan masker gratis yang diberikan sebelum konser berlangsung.

Tim produksi dianggap gagal menerapkan aturan itu di lapangan. Namun, Billboard melaporkan bahwa penyelenggara konser The Chainsmokers, The Know Experiences dan Invisible, menyatakan video itu diambil dari sudut yang tidak tepat sehingga penonton terlihat tidak menerapkan protokol kesehatan.

Mereka mengklaim sudah melakukan berbagai hal untuk menerapkan jaga jarak. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dan nasional untuk menjaga kesehatan setiap orang.

(has/has)