Lama Tak Rilis Album, Rihanna Jamin Penantian Fan Tak Sia-sia

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 16:15 WIB
Rihanna menjamin penggemarnya tidak akan kecewa dengan musik terbarunya setelah menanti sejak penyanyi itu merilis album terakhir empat tahun lalu. Rihanna menjamin penggemarnya tidak akan kecewa dengan musik terbarunya setelah menanti sejak penyanyi itu merilis album terakhir empat tahun lalu. (Kevin Winter/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rihanna menjamin penggemarnya tidak akan kecewa dengan musik terbarunya setelah menanti sejak penyanyi itu merilis album terakhir empat tahun lalu.

"Saya selalu bermusik dan ketika saya rasa sudah siap, itu akan dirilis. Kalian tidak akan kecewa ketika mendengarnya. Penantian kalian tak akan sia-sia," kata Rihanna seperti dilansir ET, Rabu (29/7).

Rihanna menyampaikan pernyataan ini karena menyadari banyak penggemarnya menanti rilisan baru yang bakal menjadi tindak lanjut dari album terakhirnya pada 2016 lalu.


Namun, penyanyi bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty ini menegaskan bahwa ia tak akan merilis lagu atau musik hanya karena desakan orang sekitar.

"Saya tidak akan melakukannya hanya karena orang-orang menantikan itu. Jika memerlukan waktu yang lama, saya akan pastikan itu tidak sia-sia," ucap Rihanna.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung tentang single debutnya, Pon de Replay, yang kini telah berusia 15 tahun, serta What's My Name dan Love the Way You Lie yang dirilis satu dekade silam.

"Saya sudah 10 tahun 15 tahun lebih dewasa. Saya pikir itu baru beberapa tahun lalu, tapi ternyata sudah satu dekade. Saya bersyukur masih ada saat ini. Sangat menyenangkan," tuturnya.

Hingga saat ini, Rihanna telah merilis delapan album, yakni Music of the Sun (2005), A Girl like Me (2006), Good Girl Gone Bad (2007), Rated R (2009), Loud (2010), Talk That Talk (2011), Unapologetic (2012), serta Anti (2016).

Kala tak merilis album, Rihanna sempat tampil menyapa penggemar lewat beberapa film, seperti Valerian and the City of a Thousand Planet (2017), Ocean's 8 (2018), dan Guava Island (2019).

(chri/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK