Kata Orang Silicon Valley Soal Akurasi Drama Start-Up

CNN Indonesia | Minggu, 06/12/2020 17:11 WIB
Start-Up menjadi salah satu drama Korea yang menarik perhatian banyak orang sejak tayang perdana pada 17 Oktober. Start-Up menjadi salah satu drama Korea yang menarik perhatian banyak orang sejak tayang perdana pada 17 Oktober. (dok. tvN/Netflix via Hancinema)
Jakarta, CNN Indonesia --

Start-Up menjadi salah satu drama Korea yang menarik perhatian banyak orang sejak tayang perdana pada 17 Oktober. Drama yang dibintangi Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kim Seon-ho, dan Kang Han-na itu tak hanya menarik perhatian pencinta drama, tapi juga pelaku startup di dunia nyata.

Hal tersebut disebabkan kisah dan mimpi generasi muda yang diangkat drama tersebut. Start-Up mengisahkan beberapa anak muda yang bermimpi mencapai kesuksesan dalam membangun perusahaan rintisan. Drama ini mengusung Sand Box, lokasi yang disebut-sebut menjadi Silicon Valley versi Korea.

Kondisi dan kisah itu menarik perhatian Richard Yu, salah satu pelaku startup di dunia nyata. Ia lahir di Silicon Valley yang sempat bergabung dalam PwC, Uber, dan kemudian pindah ke APAC.


Dalam ulasan pribadinya, Richard Yu menyoroti beberapa hal dalam Start-Up yang menggambarkan kondisi startup di dunia nyata, mulai dari cara kerja startup serta penggunaan istilah-istilah teknis dalam menggambarkan pengembangan perangkat lunak.

Ia pun mencontohkan kondisi kantor serta kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan Samsan Tech, perusahaan yang didirikan Nam Do-san, Lee Chul-san, dan Kim Yong-san.

"Benar menggambarkan kondisi saat sistem pengenalan gambar kadang mengalami kendala di kehidupan nyata contohnya ketika sistem Samsan Tech mengenali wajah ayah Nam Do-san sebagai toilet," tulis Richard Yu.

"Kondisi kantor Samsan Tech yang lusuh juga merepresentasikan situasi banyak perusahaan rintisan ketika membangun kantor pertamanya. Ruangan sempit dengan perabotan seadanya dan pencahayaan yang buruk tak berbeda jauh dari 'garasi' startup awal di Silicon Valley," tuturnya.

Ia juga menyoroti upaya tim produksi memperkenalkan konsep industri teknologi kepada masyarakat luas seperti cara kerja akselerator melalui Sand Box, termasuk ketika ayah Dal-mi mempresentasikan idenya kepada investor.

"Untuk penonton yang benar-benar bekerja di industri ini akan menganggap referensi itu lucu. Namun, penonton yang awam mungkin akan menyukai penjelasan yang diberikan melalui teks, seperti saat menjelaskan maksud angel investor,"

Kendati demikian, Richard Yu juga menyinggung beberapa kekeliruan dalam Start-Up.

"Seperti ketika beberapa karakter keliru menyebut Amazon sebagai perusahaan modal ventura. Mereka juga menyederhanakan proses pengajuan untuk masuk akselerator," tulis Richard.

Akselerator merupakan salah satu program yang bisa membantu mempercepat pertumbuhan startup. Akselerator biasanya memakan waktu lebih cepat daripada program inkubator, sekitar 3 bulan karena cenderung menangani startup yang sudah memiliki produk.

Drama Korea Start-UpDrama Korea Start-Up sedari awal sudah memberi ancang-ancang akan terbentuknya cinta segitiga antara Seo Dal-mi (Bae Suzy), Nam Do-san (Nam Joo-hyuk), dan Han Ji-pyeong (Kim Seon-ho). (dok. tvN/Netflix via Hancinema)

Kisah Cinta Start-Up

Tak hanya hal-hal teknis, Richard Yu juga menyinggung kisah cinta di dunia startup yang digambarkan dalam serial Start-Up.

Drama tersebut sedari awal sudah memberi ancang-ancang akan terbentuknya cinta segitiga antara Seo Dal-mi (Bae Suzy), Nam Do-san (Nam Joo-hyuk), dan Han Ji-pyeong (Kim Seon-ho).

Seo Dal-mi dan Nam Do-san merupakan CFO dan CEO Samsan Tech di Sand Box. Sementara itu, Han Ji-pyeong merupakan mentor perusahaan tersebut.

"Para pendiri startup kadang memang berkencan juga di dunia nyata dan tak jarang investor juga mendekati pendiri startup," tuturnya.

"Namun banyak juga gerakan #MeToo dan skandal pelecehan seksual di Silicon Valley. Para penonton Barat mungkin bisa menilai campuran romansa dengan kewirausahaan ini lebih mengganggu daripada menyentuh," ungkap Richard Yu.

Kendati demikian, ia amat mengapresiasi Start-Up karena bisa memberikan gambaran umum tentang perusahaan rintisan tersebut kepada masyarakat.

Menurutnya, semangat dan usaha dari para pelaku Start-Up digambarkan secara riil walau beberapa hal dinilai keliru dan membuat orang-orang Silicon Valley merasa cringe.

"Tapi Start-Up berhasil menempatkan dirinya sebagai gambaran dunia teknologi yang mudah didekati penonton," Richard Yu menutup ulasannya.

Kisah dari para karakter utama serta bisnis mereka akan diketahui pada akhir pekan. Episode terakhir Start-Up tayang pada 5 dan 6 Desember 2020. Sinopsis Start-Up bisa dibaca di sini. Sedangkan hubungan dari para karakter Start-Up dapat dibaca di sini.

Wawancara ekslusif Kim Seon-ho, pemeran Han Ji-pyeong dalam Start-Up, akan tayang perdana secara live-streaming di www.cnnindonesia.com pada Selasa 8 Desember 2020. Pantau terus media sosial CNN Indonesia untuk waktu penayangannya.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK