Ayah Sebut Surat Meghan Markle Akhir Hubungan Orang Tua-Anak

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 08:50 WIB
Ayah Meghan Markle, Thomas, menilai sebuah surat yang ditulis putrinya adalah akhir dari hubungan mereka sebagai orang tua dan anak. Ayah Meghan Markle, Thomas, menilai sebuah surat yang ditulis putrinya adalah akhir dari hubungan mereka sebagai orang tua dan anak. (AFP PHOTO / POOL / Tolga AKMEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ayah Meghan Markle, Thomas, menilai sebuah surat yang ditulis putrinya usai menikah dengan Pangeran Harry adalah akhir dari hubungan mereka sebagai orang tua dan anak.

Anggapan itu diketahui dari pernyataan seorang saksi yang diungkap oleh Pengadilan London pada Selasa (19/1), berkaitan dengan gugatan Meghan Markle atas jaringan media Associated Newspapers.

Meghan Markle sebelumnya menggugat jaringan media itu atas publikasi isi surat Agustus 2018 untuk Thomas dengan tuduhan pelanggaran privasi dan hak cipta.


Tim kuasa hukum Meghan Markle berusaha menghindari peluang konflik di ruang sidang antara ayah dan anak, setelah sebelumnya melakukan penundaan penuh persidangan dengan alasan kerahasiaan tak terperinci.

Pengacara Meghan, Justin Rushbrooke mengatakan kepada Pengadilan bahwa Associated Newspapers yang menaungi the Mail on Sunday dan MailOnline, tak memiliki peluang sukses pada persidangan.

"Kami mengatakan bahwa, sesungguhnya, seperti yang terdengar, kasus ini sepenuhnya soal penerbitan surat pribadi yang ilegal," katanya dalam sidang jarak jauh, yang akan berlangsung selama dua hari.

"Publikasi itu merupakan pelanggaran nyata dan serius atas hak privasi Meghan Markle," tambahnya.

Sementara itu, Associated Newspapers mengklaim Meghan menulis surat tersebut "dengan maksud agar surat itu diungkap ke publik pada suatu saat nanti", dan "untuk membela diri dari tudingan sebagai anak yang tak peduli dan tak sayang orang tua".

Bukan Rekonsiliasi

Dalam pernyataan, Thomas Markle menolak anggapan dari salah satu teman tertua Meghan kepada majalah AS, People, yang menyebut surat itu dibuat untuk memperbaiki hubungan mereka yang retak.

Thomas mengatakan ia perlu membela dirinya terhadap tudingan dirinya "tak jujur, mengeksploitasi, panjat sosial, tak peduli, dan berhati dingin".

Thomas menggambarkan surat tersebut sebagai "kritik atas diri saya", mengatakan Meghan tidak mengatakan mencintainya, dan tak menanyakan kondisi kesehatannya usai pria itu mengalami serangan jantung.

"Itu sesungguhnya tanda akhir dari hubungan kami, bukan sebuah rekonsiliasi," kata Thomas dalam pernyataan.

Jaringan Associated Newspapers bersikukuh, serangkaian artikel berdasarkan surat tersebut pada Februari 2019 memungkinkan Thomas Markle untuk meluruskan situasi dan untuk kepentingan umum.

Britain's Prince Harry (L) and his fiancee US actress Meghan Markle (R) walk with each as they leave after attending a service of commemoration and thanksgiving to mark Anzac Day in Westminster Abbey in London on April 25, 2018. - Anzac Day marks the anniversary of the first major military action fought by Australian and New Zealand forces during the First World War. The Australian and New Zealand Army Corps (ANZAC) landed at Gallipoli in Turkey during World War I. (Photo by Adrian DENNIS / AFP)Ayah Meghan Markle, Thomas, menilai sebuah surat yang ditulis putrinya usai menikah dengan Pangeran Harry adalah akhir dari hubungan mereka sebagai orang tua dan anak. (Adrian DENNIS / AFP)

Mereka berargumen, Meghan ingin menggunakan surat tersebut "sebagai bagian dari strategi media" dan mendiskusikannya dengan pejabat komunikasi Istana sebelum dikirim.

Akan tetapi Rushbrooke mengatakan tak ada strategi maupun kerja sama dengan penulis biografi soal kehidupannya dan Harry yang juga mengutip surat tersebut.

Sebaliknya, Rushbrooke menyebut surat tersebut "permohonan sepenuh hati" Meghan kepada ayahnya untuk berhenti berbicara kepada media, setelah Thomas diketahui bekerja sama dengan paparazi sebelum pernikahan dan membuatnya tak bisa hadir.

"Tidaklah masuk akal bagi penggugat untuk meletakkan surat semacam itu di domain publik. Itu akan mencapai kebalikan dari apa yang dia coba capai," kata Rushbrooke.

Pembunuhan Karakter

Meghan, yang mengirim surat tersebut dengan kurir ke rumah ayahnya di Meksiko, disebut pengacaranya memiliki ekspektasi rasional bahwa surat itu akan tetap berada di ranah pribadi.

"Kami mengatakan tidak ada perdebatan tentang kepentingan umum," kata Rushbrooke. "Ada seluk-beluk hubungan keluarga yang agak menyedihkan, yang bukan urusan kepentingan umum,"

"Sangat jelas bahwa mereka (Associated Newspapers) telah gagal mengajukan kasus yang layak untuk membenarkan gangguan terhadap hak (privasi) penggugat," lanjutnya.

Sementara terkait hak cipta, Associated mengklaim "berlaku adil" dengan menerbitkan kutipan surat tersebut. Namun pengacara Ia Mill yang juga membela Meghan Markle, mengatakan tak perlu pengadilan untuk mematahkan argumen itu.

Mill mengatakan jaringan surat kabar itu melampaui sesuatu yang dianggap sebagai alasan masuk akal, hampir 50 persen dari isi surat disebar dalam 29 kutipan berbeda pada lima artikel.

Mill menyebut, alih-alih menggambarkan yang diklaim sebagai kondisi pikiran Meghan saat menulis surat, segala penulisan artikel dan peliputan termasuk analisa tulisan tangan, bisa dianggap sebagai "pembunuhan karakter".

"Ini bukan tentang keadaan pikiran Meghan ketika surat itu ditulis, tetapi tentang citra dirinya sebagai pribadi ... Ini tentang membangkitkan minat pembaca, menggali dengan mengorbankan klien saya," kata Mill.

(AFP/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK