Kasus Covid Menggila tapi Data Rendah, Apa yang Terjadi di Korut?

CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 11:04 WIB
Kasus Covid-19 disebut menggila, namun tak tercermin dalam data yang dilaporkan pemerintah Kim Jong Un. Data Covid-19 di Korut menunjukkan angka rendah meski kasus disebut menggila. (via REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dokter senior di Korea Utara hanya tersenyum kecut saat melihat data resmi jumlah Covid-19 di negaranya.

Lebih dari lima juta kasus demam yang diduga berkaitan dengan virus corona dan hanya 73 angka kematian.

"Warga Korea Utara menyebutnya statistik karet gelang. Bahkan sulit bagi Korut sendiri mengetahui jumlahnya," kata dokter Choi Jung-hun yang sudah meninggalkan Korut sejak 2011, dikutip CNN.

Karet gelang merujuk pada fleksibilitas Pyongyang terhadap kebenaran atau dalam hal ini akurasi data.

Choi ingat betul bagaimana wabah SARS menyebar di Korut pada 2002-2004. Ketika itu, ribuan orang di kota Chongjin mulai meninggal usai dilaporkan "demam atau gejala seperti flu."

Para dokter seperti Choi hanya bisa menyalahkan SARS sebagai penyebabnya. Padahal di luar itu, Korut tak punya kemampuan mengetes penyakit tersebut, sehingga secara resmi mencatat nol infeksi.

Sementara itu, China melaporkan lebih dari 5.000 kasus dan ratusan kematian.

Choi juga ingat saat wabah campak nasional menyebar pada 2006 lalu. Masyarakat hanya dipersenjatai dengan termometer. Lalu ketika pandemi flu 2009 menyerang bak tak ada perbaikan.

[Gambas:Video CNN]

"[Imbas pandemi flu] lebih banyak orang meninggal dibanding saat wabah SARS," tutur dia.

Situasi semakin buruk, karena Korut kekurangan obat-obatan.

Di wabah-wabah sebelumnya, lanjut Choi, tak pernah ada insentif bagi pejabat lokal untuk melakukan perjalanan dari rumah ke rumah guna menghitung kasus secara akurat. Mereka tak punya masker atau sarung tangan. Para pejabat lokal mengira data akan dihitung pemerintah pusat agar sesuai kebutuhan.

Di matanya, Korut tak banyak berubah, jika tidak benar-benar berulang.

Apa yang Disembunyikan Korea Utara?

Seperti wabah penyakit di masa lalu, salah satu kekhawatiran terbesar seputar wabah Covid-19 di Korut adalah kegemaran Pyongyang merahasiakan data. Sehingga sulit mengukur tingkat keparahan secara akurat.

LSM internasional dan sebagian besar kedutaan asing telah lama mengosongkan negara itu dan perbatasan yang tertutup rapat. Akses menjadi tak mungkin, dan laporan para pembelot seperti Choi menjadi semakin penting.

Banyak yang terkejut dengan keputusan Pyongyang mengakui bahwa pihaknya sedang menangani wabah pada Mei lalu.

Sejak awal, pemimpin Korut Kim Jong Un menggambarkan wabah itu sebagai kekacauan terbesar yang pernah menimpa negara itu.

Usai dua bulan wabah menyerang dan jutaan kasus yang dicurigai Covid-19, Kim dengan tegas mengklaim mencapai keberhasilan menangani wabah.

Jumlah kematian resmi yang sangat rendah menimbulkan kecurigaan bahwa Pyongyang berusaha menyembunyikan masalah yang lebih besar.

Lanjut baca di halaman berikutrnya...

Varian Covid Baru atau Kolera

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER