Menurut Ahok, pasukan merah akan memiliki prioritas membenahi rumah warga yang berada di permukiman padat. Pembongkaran atap atau isi rumah akan dilakukan sesuai tingkat kerusakan rumah target.
"Pokoknya rumah warga miskin yang tidak mampu, sudah mau roboh, kami mau gantiin atapnya. Yang utama (pemukiman) daerah kumuh. Kami juga mau pasang (lokasi masuknya) cahaya. Kami mau atapnya pun banyak cahaya yang masuk," tutur Ahok di kawasan Talang, Jakarta, Senin (20/3).
Ahok mengatakan, jika calon pasukan merah tidak lolos pelatihan maka ia tak akan dikontrak menjadi bagian tim tersebut. Pasukan merah akan berada di bawah koordinasi Dinas Perumahan DKI Jakarta.
"Nanti dia akan jadi semacam PHL (Pekerja Harian Lepas) Dinas Perumahan. Dia mesti punya sertifikat. Bagaimana caranya? Misalnya kami mau pasang atap, kami akan kirim dia ke perusahaan atap baja ringan untuk dilatih," kata Ahok.
Keberadaan pasukan merah, diklaim Ahok, akan mempermudah perhitungan lelang. Proses lelang nantinya hanya akan dilakukan untuk barang-barang bangunan yang hendak dibeli.
Selain itu, Ahok juga memiliki pasukan biru yang berasal dari pegawai harian lepas Dinas Sumber Daya Air DKI. Kedua pasukan berwarna itu dinilai paling berjasa atas cepat surutnya genangan air di Jakarta.