Berdasarkan data BNPB, sejumlah provinsi yang rawan banjir dan tanah longsor ialah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data BNPB juga menunjukkan terdapat 61 juta penduduk yang tinggal di 315 kabupaten atau kota di daerah yang masuk kategori bahaya sedang sampai tinggi. Sementara 124 juta jiwa penduduk tinggal di 274 kabupaten atau kota dengan ancaman bahaya longsor kategori sedang hingga tinggi.
"Kerugian material akibat banjir dan longsor mencapai triliunan rupiah," kata Sutopo.
Sementara banjir di Sulawesi Utara yang menyebabkan ratusan rumah terendam mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,4 triliun. Selanjutnya banjir di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, mulai dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur, mengakibatkan kerugian sejumlah Rp 6 triliun.
"Kami meminta warga untuk waspada," kata Sutopo.
Untuk mengatasi persoalan banjir, BNPB menyiapkan skenario tentatif dengan memberikan status darurat banjir sejak minggu ketiga hingga keempat bulan Desember 2014.
"Pos pintu air Katulampa dan Depok dari Sungai Ciliwung sudah siaga I (tinggi muka air laut 200-250 cm). Sementara pos pantau ketinggian air hulu Sungai Angke, Pesanggarahan, Krukut, Cipinang, dan Sunter Hulu berstatus siaga II (tinggi muka air 150-200 cm)," kata Deputi Penangan Darurat BNPB Tri Budiarto.