EVAKUASI AIRASIA
Komisi V DPR Ikut Tinjau Langsung ke Pangkalan Bun
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2015 11:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan dan anggota Komisi Perhubungan DPR RI, hari ini, Jumat (2/1), berangkat menuju Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Wakil Ketua Komisi V Yudi Widiana Adia mengatakan sesampainya di Pangkalan Bun mereka akan bertemu dengan KNKT, Basarnas, BMKG, dan Kemenhub.
"Mereka yang ke Pangkalan Bun, Damayanti Wisnu Puyranti (F-PDIP), Abdul Hakim (F-PKS)," ujar Yudi saat dihubungi, Jumat (2/1).
Abdul Hakim, saat dihubungi, menjelaskan kedatangan mereka adalah untuk memberikan dukungan moral kepada Basarnas dan tim-tim lainnya untuk bisa terus menemukan para korban AirAsia QZ8501.
Diketahui, Basarnas, Kemenhub, dan BMKG merupakan mitra kerja dari komisi yang menangani lingkup kerja perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, dan perumahan rakyat dan pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal tersebut.
"Basarnas menjadi leader, sudah berfungsi secara maksimal. Tentu kami ingin memastikan kondisi di lapangan, peran, dan koordinasi dengan tim lain. Tentu kami ingin melihatnya," ujar Abdul Hakim.
Lebih lanjut, bersama dengan KNKT, Komisi V akan melakukan kajian terkait faktor dan variabel hilangnya kontak dan musibah AirAsia QZ8501 tersebut. Selain itu, ia mengatakan kunjungan tersebut akan menjadi bentuk uji pertama terhadap Undang-Undang Pencarian dan Pertolongan Korban.
"Berbagai masalah yang muncul ke depan akan diperbaiki. Karena regulasi rasa-rasanya sudah sempurna, karena begitu detail kami susun bersama pemerintah," jelasnya.
Selain itu, Abdul Hakim juga memberitahukan ada beberapa anggota Komisi V yang akan berangkat ke Surabaya pada hari ini untuk melakukan peninjauan langsung.
(obs)
Abdul Hakim, saat dihubungi, menjelaskan kedatangan mereka adalah untuk memberikan dukungan moral kepada Basarnas dan tim-tim lainnya untuk bisa terus menemukan para korban AirAsia QZ8501.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Basarnas menjadi leader, sudah berfungsi secara maksimal. Tentu kami ingin memastikan kondisi di lapangan, peran, dan koordinasi dengan tim lain. Tentu kami ingin melihatnya," ujar Abdul Hakim.
"Berbagai masalah yang muncul ke depan akan diperbaiki. Karena regulasi rasa-rasanya sudah sempurna, karena begitu detail kami susun bersama pemerintah," jelasnya.
Selain itu, Abdul Hakim juga memberitahukan ada beberapa anggota Komisi V yang akan berangkat ke Surabaya pada hari ini untuk melakukan peninjauan langsung.
(obs)