"Informasi yang saya dengar dari Sekretariat Negara, Pak Palguna adalah hakim yang dipilih Presiden untuk menggantikan Hamdan Zoelva," ujar Refly kepada CNN Indonesia, Selasa (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Refly berpendapat, dari sisi kapasitas, Palguna lebih unggul dari Yuliandri. Latar belakang Palguna sebagai hakim MK periode 2003-2008 menjadi salah satu alasan. Sementara dari sisi integritas, kedua kandidat dianggap Refly seimbang.
Kendati demikian, menurut Refly, catatan Palguna menunjukkan dia tidak pernah memutus perkara MK yang memperlihatkan keberpihakan pada PDI Perjuangan. Dalam seleksi wawancara tahap II, Palguna menegaskan bebas dari intervensi PDIP.
"Terkait integritas dan independesi saya, coba cek putusan saya terkait sengketa pilkada apakah berpihak atau tidak kepada PDIP. Saya kira tidak akan ditemukan. Begitu saya disumpah sebagai hakim MK, saya hanya taat kepada konstitusi. Selebihnya, masyarakatlah yang harus mengontrol saya," kata Palguna dalam seleksi wawancara di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (30/12).
Refly menyatakan Palguna juga tidak memiliki catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). "Tidak ada catatan KPK, dan transaksi keuangannya bersih," ujarnya.
Setelah Palguna terpilih, Sekretariat Negara akan menyiapkan draf Keputusan Presiden untuk ditandatangani Joko Widodo. Rencananya setelah Keppres tersebut terbit, Palguna akan mengucapkan sumpahnya sebagai hakim konstitusi besok di Istana Negara. (agk)