"Kami mendukung pemberantasan korupsi dilakukan KPK, tetapi jangan sampai digunakan untuk upaya melakukan politisasi. Padahal dari aspek proses, (penetapan tersangka) masih memerlukan waktu," kata Hasto di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait rekening "gendut" Budi, Hasto berpendapat seseorang yang memiliki jumlah kekayaan tertentu bukan berati melakukan tindak pidana korupsi. "Itu yang harus diklarifikasi. Korupsi berkaitan dengan kerugian keuangan negara dari berbagai aspek. Saya rasa Pak Budi juga telah menjelaskan soal itu," ucapnya.
"Pertemuan hari ini biasa. Saya melaporkan ke Bu Mega mengenai kunjungan secara maraton yang kami lakukan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, besok ke Banten, dan kemudian ke Lampung pada Sabtu nanti," kata Hasto menjelaskan.
Kunjungan itu dalam rangka konsolidasi PDIP menjelang Kongres keempat.
Mobil RI 24 juga tampak masuk ke halaman rumah Megawati. Mobil yang biasa ditumpangi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ini terlihat masuk pada pukul 15.28 WIB dan keluar pada pukul 15.56 WIB.
Selain itu, tampak pula mobil Land Rover hitam dengan pelat nomor B 2179 RFS yang biasa ditumpangi Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh. Mobil ini berada di dalam halaman rumah Megawati sekitar satu jam. "Ini bukan pertemuan yang aneh. Ini rutin yang memang dilakukan antara Bu Megawati dan Surya Paloh," kata Hasto. (rdk/obs)