Menurutnya, susunan mitra kerja DPR dari pemerintah ini akan sama dengan susunan pada Kabinet Indonenesia Bersatu milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lalu. Hal tersebut disampaikannya seusai melakukan rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi. Kementerian yang dipimpin oleh Muhammad Nasir ini akan bermitra dengan Komisi VII saat membahas mengenai Ristek, dan akan bermitra bersama Komisi X saat membahas mengenai perguruan tinggi.
"Dari A sampai Z itu tentunya mulai dari budgeting, pengawasan dan legislasi. Tentunya sesuai dengan mitra yang ada disitu," terangnya.
Meski terlihat lebih rumit dan membingungkan, menurut Agus, dalam pelaksanaannya tidak akan menjadi persoalan. Meskipun ada kemungkinan bentrok rapat bersama dengan komisi, Agus menerangkan hal tersebut dapat diatasi dengan penempatan pejabat eselon I dan II.
"Kalau rapat dengar pendapat kan yang datang direjennya. Kalau rapat kerja kan menterinya. Bisa juga dilaksanakan rapat gabungan, jadi tidak ada masalah," tuturnya.
Karenanya, dia berharap, mitra kerja ini dapat segera dilaksanakan untuk menghindari tarik-ulur dalam bekerja. "Sebentar lagi harus dibahas. Kalau tidak selesai, kita akan tarik menarik, sehingga kita kesana dan kita bisa langsung membahas pembahasannya terutama APBN-P," katanya.
Mitra kerja ini rencananya akan menjadi salah satu agenda yang akan dibahas pada rapat paripurna hari Selasa ini. (meg/obs)