Forum yang terdiri dari Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta tersebut meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa mengambil langkah tegas agar tidak terjadi upaya pembalasan atas langkah KPK memberantas korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada lima sikap yang dinyatakan Forum Dekan. Pertama, memberikan dukungan moril pada KPK agar tidak gentar dan terus melanjutkan proses penyidikan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani. Upaya-upaya pelemahan terhadap KPK dapat dikategorikan sebagai penghalangan terhadap proses penegakan hukum.
"Oleh karenanya kami meminta agar proses atas laporan yang menyangkut kriminalisasi komisioner KPK yang terjadi sebelum mereka bertugas di KPK ditunda prosesnya," ujar Topo.
Ketiga, peristiwa antarkelembagaan penegak hukum yang berkembang saat ini jangan sampai menjadi pengalihan isu pemberantasan tindak korupsi. Harus dicegah penyalahgunaan otoritas secara keliru oleh tersangka korupsi.
Keempat, terkait dengan kekosongan jabatan kapolri definitif, kami berharap presiden mengajukan kembali calon kapolri yang memenuhi syarat, bersih dari masalah hukum dan bisa diterima masyarakat melalui proses seleksi yang transparan.
"Dan kelima, kami meminta presiden agar segera melakukan langkah-langkah konkrit sehingga terbentuk lembaga penegak hukum yang bersih dan profesional," ujar Topo.
Forum Dekan Fakultas Hukum Peduli Pemberantasan Korupsi di antaranya terdiri dari Prof DR Topo Santoso (Dekan FH UI), Prof DR M. Zaidun (Dekan FH Unair), Prof Amzulian Rifai (Dekan FH Sriwijaya Palembang), DR Zainul Daulay (Dekan FH Universitas Andalas), DR Ahmad Sudiro (Dekan FH Universitas tarumanegara), dan Prof DR Farida Patitingi (Dekan FH Universitas Hasanuddin). (obs)