Iklan Malaysia Hina TKI, Anggota DPR: Ayo Protes Ramai-ramai

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 04/02/2015 17:06 WIB
Iklan Malaysia Hina TKI, Anggota DPR: Ayo Protes Ramai-ramai Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri menghubungi Menaker Malaysia terkait iklan yang menyinggung TKI. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengecam keras iklan “Fire Your Indonesian Maid NOW!” yang dibuat oleh Robovac Malaysia, salah satu perusahaan distributor robot pembersih di Malaysia.

Wafiroh yang duduk di Komisi Tenaga Kerja itu makin merasa gerah karena ia berasal dari daerah pemilihan yang mengirimkan banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.

“Saya wakil rakyat asal Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. Tiga kabupaten di Jawa Timur itu mengirim cukup banyak pekerja ke Malaysia,” kata Wafiroh melalui keterangan tertulisnya, Rabu (4/2).


Wafiroh lantas menyerukan kepada masyarakat yang keberatan dengan iklan tersebut untuk memprotesnya beramai-ramai. “Ayo kirim protes ke Robovac di nomor telepon +60-179846323. Bakal seru bila warga Indonesia maupun Malaysia yang tak setuju degan iklan itu kirim SMS ke nomor itu,” kata dia.

Politikus PKB itu juga berencana untuk menghubungi Robovac dan meminta perusahaan itu untuk menarik iklan tersebut. Namun hal tersebut sesungguhnya telah dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.

KBRI menuntut otoritas Malaysia melarang iklan “Fire Indonesian Maid NOW!” karena bersifat rasis. KBRI juga menugaskan pengacara untuk menemui perusahaan terkait guna melakukan analisis hukum. Hasil analisis itu akan dipakai untuk menentukan langkah hukum selanjutnya yang diambil Indonesia. Selain itu, KBRI melaporkan pemasangan iklan tersebut ke Kepolisian Wilayah Selangor.

Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri juga sudah menghubungi Menteri Tenaga Kerja Malaysia Dato Sri Richard Riot. “Saya udah kirim pesan langsung kepada kolega saya itu agar memberi perhatian terhadap masalah ini dan menanganinya secara serius untuk kebaikan hubungan kedua negara,” ujar menteri asal PKB itu.

Robovac Malaysia, perusahaan distributor yang megeluarkan iklan kontroversial itu mengklaim sebagai “The leading robotic vacuums specialist in Malaysia.” Robovac yang bermarkas di Petaling Jaya menjual berbagai robot pembersih merek ternama seperti Neato Robotics asal California, Amerika Serikat; iRobot asal Delaware, AS; dan LG asal Korea Selatan.

Iklan Robovac dinilai Wafiroh menyalahgunakan kebebasan berekspresi karena merendahkan para pekerja rumah tangga asal Indonesia di Negeri Jiran dan menganggap TKI seperti barang.

“Mengajak warga Malaysia mengganti pekerja domestik asal Indonesia dengan robot. Kesannya robot lebih berharga dari pekerja rumah tangga, dari manusia, yang memiliki akal budi,” ujar Wafiroh, berang.

Menurut Wafiroh, kebebasan berekspresi dalam beriklan harus memegang teguh penghormatan terhadap sesama manusia, termasuk pekerja Indonesia. (agk/agk)