Wafiroh yang duduk di Komisi Tenaga Kerja itu makin merasa gerah karena ia berasal dari daerah pemilihan yang mengirimkan banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PKB itu juga berencana untuk menghubungi Robovac dan meminta perusahaan itu untuk menarik iklan tersebut. Namun hal tersebut sesungguhnya telah dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri juga sudah menghubungi Menteri Tenaga Kerja Malaysia Dato Sri Richard Riot. “Saya udah kirim pesan langsung kepada kolega saya itu agar memberi perhatian terhadap masalah ini dan menanganinya secara serius untuk kebaikan hubungan kedua negara,” ujar menteri asal PKB itu.
Robovac Malaysia, perusahaan distributor yang megeluarkan iklan kontroversial itu mengklaim sebagai “The leading robotic vacuums specialist in Malaysia.” Robovac yang bermarkas di Petaling Jaya menjual berbagai robot pembersih merek ternama seperti Neato Robotics asal California, Amerika Serikat; iRobot asal Delaware, AS; dan LG asal Korea Selatan.
Iklan Robovac dinilai Wafiroh menyalahgunakan kebebasan berekspresi karena merendahkan para pekerja rumah tangga asal Indonesia di Negeri Jiran dan menganggap TKI seperti barang.
“Mengajak warga Malaysia mengganti pekerja domestik asal Indonesia dengan robot. Kesannya robot lebih berharga dari pekerja rumah tangga, dari manusia, yang memiliki akal budi,” ujar Wafiroh, berang.
Menurut Wafiroh, kebebasan berekspresi dalam beriklan harus memegang teguh penghormatan terhadap sesama manusia, termasuk pekerja Indonesia. (agk)