Jokowi Minta PLN Tempatkan Petugas di Lapangan

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 11/02/2015 20:58 WIB
Jokowi Minta PLN Tempatkan Petugas di Lapangan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2015. CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menempatkan petugas di lapangan guna meminimalisir adanya pemberian informasi yang salah dalam penanganan banjir.

Andi berpandangan, dibutuhkan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN dalam menangani banjir, sehingga permasalahan seperti yang dikeluhkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak terjadi lagi.

Andi mengatakan, keluhan Ahok bahkan dibahas dengan sangat lengkap dalam satu topik rapat terbatas (ratas) yang digelar Jokowi di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2) siang tadi.


"Pak Ahok menyampaikan secara kronologis apa yang terjadi di Waduk Pluit tentang pompa. Lalu Presiden memerintahkan Dirut PLN (Sofyan Basir) untuk melakukan koordinasi dengan baik, terutama untuk menempatkan orang PLN langsung di lapangan, sehingga kalau ada keharusan melakukan pemadaman listrik itu memang sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar ahli kajian strategis itu menguraikan.

Andi pun bercerita, Ahok sempat memaparkan bahwa menurut penilaiannya, pemadaman listrik belum perlu dilakukan, mengingat kondisi gardu dan sekitarnya masih baik dan aman. "Tapi pemadaman sudah dilakukan, sehingga DKI tidak bisa mengeluarkan air," kata dia.

Dalam ratas tadi, ujar Andi, tidak dibahas mengenai peningkatan status bencana secara komprehensif. Pembahasan yang diangkat detail adalah mengenai penanganan banjir dari hulu ke hilir.

"Mulai penanganan mikronya, sampai kepada penanganan jangka panjang, seperti sodetan untuk pembangunan bendungan dan waduk di Jawa Barat," ujar Andi. (obs/obs)