LBH Garindo menyampaikan tuntutannya agar KPK segera mengusut dugaan penggelembungan dana APBD DKI Jakarta yang telah dilaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Jumat (27/2) lalu.
"DKI Jakarta adalah barometer di Indonesia. Jika praktek dana siluman di APBD DKI Jakarta tidak terselesaikan, maka ini akan menjadi contoh buruk dalam dunia politik Indonesia. Kami mendesak plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki untuk segera mengusut dugaan penggelembungan APBD DKI Jakarta," ujar Direktur LBH Garindo Hendrikus Ch Kuntag di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kedatangannya ke Gedung KPK Selasa (3/3) siang ini, LBH Garindo juga memberikan surat tuntutan yang ditujukan kepada plt Ketua KPK saat ini. Surat tuntutan tersebut diterima pihak sekretariat KPK karena Ruki, pimpinan sementara KPK, saat ini diketahui tengah menggelar pertemuan dengan para pegawai selepas aksi yang dilakukan pekerja lembaga antirasuah tersebut pagi tadi.
Ahok diketahui telah mendatangi KPK untuk meminta bantuan mengusut dugaan adanya dana siluman di APBD DKI Jakarta pada Jumat (27/2) lalu. Ahok hadir bersama sejumlah barang bukti. Salah satu bukti tersebut berupa lembaran kertas rincian draf APBD DKI Jakarta 2015.
"Ini bukti sangat jelas dan saya kira biar KPK saja yang melakukan penyidikan terhadap semua bukti-bukti ini," ujar Ahok Jumat lalu. (utd)