"Saya mengapresiasi apa yang dikerjakan KPK. Mereka melakukan studi, misalnya, soal mekanisme impor, mekanisme pemberian jatah impor gula rafinasi dan lain-lain," ujar Sofyan usai rapat koordinasi di kantor KPK, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, kata Sofyan, KPK menilai ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk mencegah tindak pidana korupsi.
Menteri Sofyan datang bersama dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin ke Gedung KPK pada Kamis (19/3) siang untuk memenuhi undangan rapat koordinasi pembahasan tata kelola gula sebagai industri pangan.
Kedatangan keduanya merupakan bentuk kelanjutan kerjasama antara KPK dengan pemangku kebijakan terkait untuk mencegah tindak pidana korupsi di lembaga pemerintahan.
Seperti diketahui, tata kelola industri bahan pangan seperti beras, gula dan bahan pokok lainnya kerap kali dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk dikorupsi melalui impor atau pembiayaan tarif bea masuk sehingga mengakibatkan kerugian negara yang bahkan mencapai triliunan rupiah. (sur)