Dalam rapat yang digelar singkat tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan Perppu KPK dibentuk bukan berdasarkan keinginan, tapi berdasarkan kebutuhan. “Karena kita lihat telah terjadi kekosongan kepemimpinan di KPK," ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Institusi lembaga penegak hukum yang ditugaskan untuk mecegah korupsi, kata Prasetyo, perlu diperkuat dan KPK bersama dengan lembaga lain untuk memberantas korupsi. Prasetyo menegaskan KPK tidak boleh berhenti bekerja karena yang penting adalah semangat memberantas korupsi.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo menunjuk Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Senoadji, dan Johan Budi sebagai Plt Pimpinan KPK. Penunjukan ketiganya seiring dengan diberhentikannya Abraham Samad dan Bambang Widjojanto oleh Presiden karena menjadi tersangka. Selain itu satu komisioner lain Busyro Muqaddas sudah habis masa jabatannya.
Dalam penunjukan ini, Ruki juga langsung ditunjuk Presiden sebagai Ketua KPK menggantikan Abraham Samad. Dari sisi usia, Ruki yang saat ini berusia 68 tahun sebenarnya tidak layak menjadi komisioner KPK karena dalam Undang-undang KPK Pasal 29 e diatur bahwa pimpinan KPK harus berusia di atas 40 tahun dan di bawah 65 tahun.
(obs)