Artinya, kunci jawaban itu tidak menyatakan jawaban yang sebenarnya untuk soal-soal UN SMP tersebut. Selain itu, Nizam juga menegaskan bahwa kunci jawaban yang beredar bukanlah berasal dari Puspendik.
"Kunci jawaban kami susun ketika UN selesai. Lembar jawaban dipindai dulu semua, baru dibuat kunci jawabannya sehingga kami tidak menjadi bagian dari kebocoran kunci jawaban," kata Nizam saat konferensi pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (6/5). (Baca juga: UN SMP Hari Pertama Berjalan Lancar)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan apabila ada indikasi kecurangan UN, maka Ombudsman dipersilakan masuk ke ruangan ujian untuk melakukan penyelidikan.
Terkait hal tersebut, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas pendidikan seluruh provinsi.
"Surat edaran itu menyatakan apabila ada indikasi kecurangan maka pihak berkepentingan seperti inspektorat atau lembaga pengawas lain diperbolehkan masuk ruang ujian," kata Ketua BSNP Zainal Hasibuan. (Baca juga: Percetakan Negara Tetap Dipakai untuk Cetak Soal UN SMP)
Pada hari pertama pelaksanaan UN SMP, yaitu Senin (4/5), Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara menemukan adanya kunci jawaban yang terselip di lembar soal dalam pelaksanaan UN di SMP Negeri 1 Medan. (pit)