Polda Sebut Kematian Mahasiswa UI Bukan Karena Bunuh Diri

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2015 17:04 WIB
Alasan tersebut dikemukakan berdasarkan temuan adanya luka lebam di wajah Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA UI. Ilustrasi pembunuhan. (Thinkstock/Artem_Furman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menyatakan ada luka lebam di wajah Akseyna Ahad Dori (18) berdasarkan laporan dari penyidik yang menangani kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia tersebut.

"Kami menduga mati tidak wajar Akseyna bukan karena bunuh diri. Karena ada luka fisik di wajah yang bersangkutan, kalau dia bunuh diri harusnya mulus," ujar Krishna di Markas Besar Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/5).

Krishna mengatakan bahwa hasil autopsi sebelumnya menunjukkan adanya air di paru-paru Akseyna. Sehingga, ia menduga bahwa kondisi Akseyna masih dalam keadaan hidup dan melakukan gerakan yang membuat ada cairan yang masuk kedalam bagian tubuhnya.


Lebih lanjut, Krishna mengatakan bahwa kasus Akseyna kembali dibuka ulang oleh pihaknya untuk keperluan penyidikan dan pengembangan lanjutan. "Kami dalam tahap penyelidikan agar membuat terang penyidikan, nanti apa betul terjadi tindak pidana, kami akan lakukan langkah-langkah dalam rangka mencari tersangka," ujarnya.

Krishna memaparkan bahwa Ditreskrimum akan terus melakukan dukungan terhadap Kepolisian Resor Depok untuk pengungkapan kasus kematian Akseyna.

Dalam mengungkap kasus, Krishna menjelaskan bahwa ada hal yang perlu diperhatikan seperti alibi, motif dan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Alibi mengurut konstruksi kronologis, kemana saja yang bersangkutan, berhubungan degan siapa aja dan apa saja hubungannya," ujar Krishna.

Nantinya, Krihsna tidak menutup kemungkinan bila ternyata kematian Akseyna merupakan bunuh diri.

"Bunuh diri juga motif. Kalo bunuh diri kasus nya ditutup alias SP3. Sampai saat ini tidak ada sp3," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Sebelumnya, Akseyna Ahad Dori (18) yang merupakan Mahasiswa angkatan 2013 Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia ditemukan mengambang dalam posisi memakai tas berisi batu seberat 14 kilogram dan tak dikenali identitasnya di Danau Kenanga UI pada Kamis 26 Maret 2015. Identitas Akseyna baru diketahui pada Senin 30 Maret 2015.

Saat proses penyelidikan beberapa waktu lalu, penyidik menemukan sepucuk surat di kamar kosnya yang berisi permintaan maaf serta pernyataan untuk tidak mencarinya lagi.

Namun, seorang Grafolog atau pakar tulisan tangan dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi yang dipanggil oleh polisi untuk membantu mengungkap tulisan tangan dari Aksyena menyatakan tulisan surat yang ditinggalkan Akseyna tak dibuat oleh Akseyna, melainkan orang lain. (utd/utd)