Gunung Gamalama Meletus, Warga Belum Perlu Mengungsi

Suriyanto, CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2015 13:15 WIB
Gunung Gamalama Meletus, Warga Belum Perlu Mengungsi Suasana kota Ternate di kaki Gunung Gamalama di Maluku Utara, Rabu (31/12). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM masih menetapkan status Gunung Gamalama pada level III atau siaga sejak gunung tersebut bererupsi menyemburkan abu vulkanik pada Kamis, 17 Desember. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara pagi tadi meletus. Meski erupsi, warga sekitar belum diminta mengungsi. Namun radius 1,5 km dari kawah harus steril dari aktivitas warga.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, tinggi kolom letusan Gamalama 1.000 - 1.500 meter di atas puncak kawah.

"Asap putih kelabu mengarah ke Utara," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7). Letusan freaktif tersebut terjadi karena air bertemun dengan magma di dalam kawah. Akibatnya material abu dan pasir terlontar.


Berdasarkan data pengamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegunungapian (PVMBG), Badan Geologi, letusan tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas vulkanik yang ekstrem. "Status tetap Waspada (level II)," katanya. (Baca juga: Bandara di Ternate Tutup Karena Letusan Gunung Gamalama)

Meski masih berada pada level III, akibat letusan ini Bandara Sultan Babullah di Ternate ditutup. Penutupan dilakukan demi keamanan para penumpang. Penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo Provinsi Jawa Timur juga masih terus meletus. Sutopo mengatakan, saat ini asap kelabu hitam tebal terus keluar dari kawah dengan tinggi 1.500 -2.000 meter ke Barat-Barat Laut. (Baca juga: 

"Cahaya api dari lava pijar terlihat di puncak kawah. Tremor vulkanik masih menerus. Suara gemuruh dan dentuman masih terdengar," katanya.

Meski masih meletus, berdasarkan pemantauan tremor, adanya penurunan dibandingkan sebelumnya. Pasokan magma menurut Sutopo menurun. Meski begitu namun belum dapat dipastikan kapan letusan berakhir.

Hingga hari ini belum ada warga yang diungsikan. Meski begitu warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer.

Gunung Gamalama terakhir meletus pada Desember tahun lalu. Letusan saat itu muncul dari retakan yang tercipta karena letusan tahun 2011. Saat itu pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan 18 titik pengungsian. (Baca juga: Gamalama Kembali Meletus, 18 Lokasi Pengungsian Disiapkan) (sur/sur)