"Kami akan turun ke Tolikara untuk menyampaikan bantuan kepada korban yang rumahnya dibakar, juga musala. Total bantuan Rp 1,3 miliar,” ujar Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPP merasa prihatin atas insiden di Tolikara. Sekretaris Jenderal PPP Dimyati Natakusumah menyesalkan pemerintah tidak mendeteksi sejak dini potensi kericuhan.
Penyerangan di sebuah kawasan di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, terjadi bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Jumat (17/7). Buntut penyerangan terhadap jemaah salat Id, puluhan kios, rumah, dan sebuah musala hangus terbakar.
Saat berupaya mengamankan situasi, polisi langsung menembak tiga dari 11 orang yang diduga pelaku penyerangan. Endi Wanimbo (15) yang turut dalam penyerangan, meninggal dunia karena luka tembak. Polisi kini tengah mengusut pelaku penembakan dan pembakaran.
Sementara itu kesepakatan damai telah diinisiasi oleh tokoh agama dan pejabat setempat. Suasana di Tolikara juga dilaporkan telah kondusif. (Baca: Kesepakatan Damai Dua Kelompok di Tolikara Ditandatangani)
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang mengunjungi Tolikara pada Minggu (19/7) mengatakan akar masalah insiden Tolikara salah satunya berada pada miskomunikasi antara polisi, Gereja Injil di Indonesia (GIDI), dan Bupati Tolikara. (Baca Kapolri: Ada Putus Komunikasi Polres, Gereja, Bupati Tolikara) (agk)