"Ada kasus, seorang anak kelas lima SD yang selalu meminta orang tuanya membelikan hadiah untuk orang-orang di sekolah," kata Ahok, sapaan akrab Basuki ketika memulai cerita di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang ke ibunya, ‘Tenang saja Bu, setiap tahun saya kasih hadiah, kalau saya yang terlambat pasti bisa masuk'," kata Ahok kembali menirukan perkataan anak tersebut.
"Ini membahayakan anak-anak ketika dewasa nanti mereka jadi pemimpin. Karena sudah terlatih (gratifikasi) dari kecil," ujar Ahok.
Ahok meminta jangan ada anggota pramuka dan generasi muda di seluruh negeri yang meniru cerita si anak tersebut. "Kalau di negara maju rata-rata yang terpilih jadi pemimpin adalah yang sportif, dan suka menolong. Saya yakin adik-adik pramuka 10-20 tahun salah satunya ada yang jadi Gubernur DKI," katanya.
Untuk mendukung gerakan antikorupsi, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku akan memberikan pendidikan anti korupsi yang merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan KPK.
Dia telah menginstruksikan Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Sylviana Murni untuk menjalankan program antikorupsi lewat beberapa permainan untuk anak. Permainan tersebut dapat diterapkan ketika masa orientasi peserta didik baru (MOPDB) di sekolah. (rdk)