Berstatus Tahanan, Elly Lasut Gagal Maju Pilgub Sulut

Royke Rarumangkay, CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2015 12:15 WIB
Berstatus Tahanan, Elly Lasut Gagal Maju Pilgub Sulut Ketua KPU Husni Kamil Manik memberikan keterangan pers terkait penetapan pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 2015 di Kantor KPU, Jakarta, Senin (24/8). KPU menyatakan proses penetapan paslon berlangsung di 9 Provinsi, 219 Kabupaten dan 33 Kota dengan rincian sebanyak 765 paslon memenuhi syarat dan 59 tidak memenuhi syarat. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Manado, CNN Indonesia -- Bakal calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar, Elly Engelbert Lasut, gagal maju dalam pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) Gubernur Sulut 2015. Pasalnya, Elly masih berstatus tahanan dan masih akan melanjutkan masa tahanan hingga Agustus 2016.

Dengan demikian Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Utara akhirnya hanya menetapkan dua pasangan calon dan mengugurkan satu pasangan untuk mengikuti pilkada serentak Desember 2015 mendatang.

Dua pasangan bakal calon yang lolos yaitu Olly Dondokambey yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Maya Rumantir yang diusung oleh Partai Gerindra sebagai calon kepala daerah.


Tidak lolosnya Elly dalam penetapan calon oleh KPU Sulut dibacakan langsung oleh Ketua KPU Sulut Jesi Momongan di Hotel Novotel Manado tadi malam (24/8). “Setelah diteliti akhirnya tidak lolos dalam penetapan calon karena masih berstatus tahanan hingga tanggal 24 Agustus 2016,” kata Jesi.

Jesi menyatakan KPU Sulut sudah melakukan pengecekan lebih dari satu kali ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait dengan status hukum Elly.

“Kami melakukan check and recheck langsung ke Kemenkumham,” tutur Jesi. (Baca: KPU Tetapkan 59 Pasangan Calon Tak Penuhi Syarat Pilkada)

Hari ini KPU Sulut melakukan pembacaan nomor urut calon yang diikuti oleh dua pasangan calon dari PDI Perjuangan dan Gerindra. Diperkirakan pertarungan dua pasangan calon tersebut bakal seru karena sebagaimana pertarungan saat Pemilihan Umum Presiden 2014 lalu yaitu calon PDIP dan calon Gerindra dan dimenangkan oleh PDIP dengan terpilihnya Joko Widodo.

Dalam rangkaian pengumuman dan penetapan calon ini penjagaan di KPU Sulut sangat ketat. Aparat kepolisian Polda Sulut yang didukung oleh pasukan Brimob melakukan pengamanan ekstra untuk mengantisipasi datangnya massa pendemo yang memprotes calon mereka yang tak lolos.

Menanggapi ketidaklolosan, Elly mengaku sangat kecewa dan melakukan protes. Berdasarkan informasi yang beredar Elly akan mengajukan gugatan atas keputusan KPU Sulut dan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu.

Elly yang berpasangan dengan David Bobihoe merupakan bakal calon yang diusung oleh Partai Golkar, Hanura, dan PKS. Elly adalah bekas Bupati Talaud yang tersangkut kasus korupsi. Ia sebelumnya mendaftar melalui penjaringan bakal calon gubernur Sulut pada Partai Golkar versi Agung Laksono. (obs/obs)