Usai menerima telepon itu, Lino belum memberikan keterangan siapa yang meneleponnya. Kemudian baru pada malam harinya, ketika wartawan mengkonfirmasi lagi perihal telepon itu, Lino mengaku bahwa telepon itu berasal dari Menteri Bappenas, Sofyan Djalil.
Sofyan Djalil kepada awak media kemarin membenarkan bahwa dia menelepon RJ Lino saat Kantor Pelindo II digeledah. “Saya yang telepon Pak Lino, karena saya empati dan ingin tahu apa yang terjadi,” kata Sofyan Djalil memberikan alasan. (Baca juga: Saat Digeledah Polisi, RJ Lino Sempat Ditelepon Sofyan Djalil)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan telepon dirinya kepada RJ Lino, Sofyan mengaku tidak tahu bahwa telepon dirinya itu kemudian dibuka kepada wartawan. Berkat RJ Lino mengeraskan volume telepon genggamnya, maka isi pembicaraan antara Sofyan Djalil dengan RJ Lino bisa diketahui para wartawan. “Cuma saya tidak tahu bahwa telepon saya dibuka kepada wartawan,” ujarnya.
Lino mengaku menghormati tindakan polisi yang melakukan penggeledahan. Namun penggeledahan ini tak bisa dilakukan karena dia merasa belum pernah dimintai keterangan oleh polisi.
Namun pernyataan Lino yang menarik saat ditelepon Sofyan Djalil adalah dia menyatakan berhenti sebagai Direktur Utama Pelindo jika kasus ini tidak dijelaskan oleh Presiden Jokowi. Pernyataan itu disampaikan Lino sebanyak tiga kali dalam percakapan dengan Sofyan.
Berikut cuplikan perbincangan antara Sofyan Djalil dengan RJ Lino perihal itu. (Baca juga: Percakapan Telepon RJ Lino dan Sofyan Djalil Saat Digeledah)
Sofyan: Ditelepon Pak Tito? Pak Kapolda? (Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian-red).
RJ Lino: Enggak, tadi saya telepon Pak Luhut. Bukan Kapolda, Pak. Tadi dari Bareskrim Polri yang ke sini. Pak Sofyan ya, kalau Presiden tidak bisa clear hari ini, besok berhentilah.
Susah negeri ini seperti ini. Kita kayak dihukum media. Begitu datang, media begitu banyak. Saya seperti dibuat seperti kriminal. Come on Pak. I'm make this company so rich. Kok malah saya dihukum begini. Enggak fair Pak. Bapak tolong kasih tahu Presiden deh, kalau caranya seperti ini, saya berhenti.
Sofyan: Ibu Rini Sumarno (Menteri BUMN) gimana?
RJ Lino: Ibu Rini sudah telepon Kapolri. Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Presiden, Pak, kalau caranya begini saya berhenti saja besok. Saya sama sekali disappointed. Saya sama sekali disappointed.
Sofyan: Dasarnya apa?
RJ Lino: Dasarnya katanya ada korupsi sama money laundering. Come on. Jadi Pak Sofyan tolong kasih tahu Presiden, kalau tidak clearkan hari ini, saya berhenti besok. Saya tidak mau kerja seperti ini. Negeri ini tidak bisa seperti ini.
(hel/hel)