Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Dharmawan mengatakan, masyarakat yang masuk tidak dikenakan biaya apapun. Dijadikannya Balai Kota menjadi tempat wisata ini menurut Agus merupakan wujud keterbukaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target pas launching sekitar 300 pengunjung, mungkin nanti setelah itu bisa ribuan. Siapa sajah boleh datang, mau bawa satu RT juga enggak apa-apa," katanya.
Dalam wisata Balai Kota, pengunjung diperbolehkan masuk ke berbagai ruangan di Balai Kota kecuali ruang kerja gubernur. Nantinya, di ruangan Balai Agung juga akan diperlihatkan konsep Smart City yang ingin diterapkan Pemprov DKI Jakarta.
"Diharapkan, dapat memberikan umpan balik bagi masyarakat untuk pembangunan kota yang berkesinambungan," kata Agus.
Pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan musik yang disediakan di halaman Balai Kota serta berbagai kuliner yang disediakan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta.
Selain itu, para pengunjung juga dapat membeli berbagai jenis buah tangan dan kerajinan khas Jakarta di gerai milik Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta yang terletak di Gedung Blok G Balai Kota. (sur)