Menurut Ahok, sapaan Basuki, tidak ada alasan untuk dirinya membarter pengadaan UPS dengan program lain. Keputusannya untuk membuka praktik korupsi UPS menjadi alasan kenapa dia membantah tudingan barter tersebut.
"Tak ada itu barter, kalau memang barter untuk apa saya membuka," kata Ahok saat ditemui di kawasan Menteng, Jumat (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menjelaskan, jika memang ada barter antara pengadaan UPS dan dana pembelian RS Sumber Waras, seharusnya dana pengadaan UPS tercantum pada rancangan APBD Perubahan 2014.
"Kalau dia pintar dan mau melakukan barter, seharusnya di rancangan itu UPS tercantum. Namun nyatanya di rancangan itu dana pembelian RS Sumber Waras ada sedangkan pengadaan UPS tak ada," kata Ahok.
Sang gubernur lantas meminta semua pihak untuk berpikir dengan menggunakan logika karena kenyataan yang diketahui Ahok adalah pengadaan UPS tak ada di rancangan sementara RS Sumber Waras tercantum di dalamnya.
"Jadi itu (barter) adalah fitnah yang agak bodoh, beritahukan itu ke Lulung," ujarnya.
Lihat juga:Ahok Tahu Soal UPS Saat Ribut APBD 2015 |
Menurut Lulung, sebelumnya dana pembelian RS Sumber Waras dicoret dari rancangan APBD Perubahan 2014 oleh sejumlah oknum di DPRD. Namun secara tiba-tiba dana pembelian tersebut muncul bersamaan dengan pengadaan alat UPS.
Kegiatan tersebutlah yang disebut Lulung sebagai peristiwa barter antara oknum Pemprov dan oknum DPRD DKI. Dia pun menyinggung nama Ahok sebagai salah satu orang yang mengetahui proses barter tersebut.
"Hanya satu yang saya katakan, (terkait barter itu) hanya tuhan yang tahu bersama Ahok dan Ferial Sofyan (Ketua DPRD 2009-2014)," kata Lulung kemarin. (bag)