Tjahjo berharap, pilkada serentak tahun depan tak lagi terjadi konflik. Apalagi Badan Pengawas Pemilu telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Berdasarkan indeks tersebut, Papua Barat disebut memiliki tingkat kerawanan tertinggi.
Tjahjo mengingatkan, nilai IKP tersebut belum tentu akan benar-benar terjadi di dunia nyata. Saat Pilkada 2015 yang lalu pun banyak daerah yang tingkat kerawanannya rendah ternyata tetap terjadi konflik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IKP menjadi pengawas preventif atau peringatan dini semua pihak untuk memetakan daerah yang rawan," kata Tjahjo di Jakarta, Senin (29/8).
Nantinya, di tiap-tiap daerah akan dipilih satu penanggung jawab yang berwenang untuk berkoordinasi langsung dengan penegak hukum jika daerah tersebut tiba-tiba dilanda konflik jelang pilkada.
"Keamanan perangkat hukum saat ada dinamika Pilkada 2017 cukup bagus, kepala daerah akan menjadi penanggung jawab saat ada gejolak sosial," kata Tjahjo.
Selain Papua Barat, Provinsi Aceh dan Banten masuk sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tinggi dalam penyelenggaraan pilkada. Sementara DKI Jakarta tinkat kerawanannya sedang.
Ketua Bawaslu Muhammad mengungkapkan DKI Jakarta memiliki kerawanan di bidang kepesertaannya. Sedangkan di tingkat penyelenggaranya justru tak ada masalah.
Bawaslu menggunakam sistem Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengukur IKP. Metode tersebut bekerja dengan membandingkan secara berpasangan setiap wilayah satu per satu untuk tiap indikator.
Bawaslu menyusun IKP di 101 daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2017 yang terdiri dari tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota. (sur)