Kehadirannya saat itu bersamaan didampingi oleh Koordinator Nasional Asosiasi LBH APIK Indonesia Nursyahbani Katjasungkana.
Ditemui usai keduanya bertemu dengan Anies, Bambang menyangkal ada pembahasan soal kemungkinan dirinya diangkat jadi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tidak menjawab dengan lugas ketika ditanya apakah ada tawaran dari Anies untuk masuk tim gubernur.
"Jangan sampai investasi itu, dalam banyak contoh, investasi DKI itu justru terdelusi. Itu kan sebetulnya pembiaran aset yang tidak menguntungkan," kata Bambang.
Ketika ditegaskan apakah ada pembicaraan soal TGUPP selama pertemuannya dengan gubernur yang hampir dua jam itu, Bambang mengelak. Termasuk tawaran untuk masuk tim gubernur bidang pencegahan korupsi.
"TGUPP itu apa sih? Enggak. Itu pertanyaan menjebak, saya tadi jelaskan tema pertemuan. Nanti kalau sudah ada tawaran saya jawab, saya belum bisa jawab sekarang," kata Bambang.
"Kalau ada tawaran baru kita ngobrol," lanjutnya.
"Orang baru ngobrolin bagaimana mencegah korupsi di DKI kok. Kan baru pertemuan awal," kata Nursyahbani.
"Karena ini kan lagi mau anggaran dan ini kan harus kita kawal. Baik pemasukan maupun pengeluarannya, penggunaannya," lanjutnya.
Keduanya pun pulang bersama dengan taksi.
Pada Oktober 2016 lalu, Anies yang saat itu masih calon gubernur, akhirnya mengakui bahwa Bambang Widjojanto masuk ke dalam tim pemenangan dia dan Sandiaga Uno. Bambang ditunjuk sebagai sebagai juru bicara pasangan kepala daerah yang diusung Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
"Apakah Mas Bambang Widjojanto akan menjadi juru bicara? Ya, Bambang Widjojanto adalah dewan pakar dan juru bicara tim pemenangan Anies-Sandi," kata Anies kala itu. (djm/djm)