Udara Jakarta Buruk, Sandi Sempat Ingin Lapor Jokowi

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 03:00 WIB
Udara Jakarta Buruk, Sandi Sempat Ingin Lapor Jokowi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sempat ingin melapor ke Presiden Jokowi soal buruknya kualitas udara Jakarta jelang Asian Games. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sempat berencana mengadu ke Presiden Joko Widodo terkait kualitas udara Jakarta yang tak kunjung membaik jelang Asian Games 2018.

Sandi mengaku sudah membicarakan rencana ini dengan Ketua panitia Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir.

"Saya sudah ngomong ke Pak Erick, 'Chief, kalau keadaannya begini apa tidak kita ngomong sama Presiden saja, kita minta liburin?'," ucap Sandi di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/7).


Sandi mengakui masalah pencemaran udara jelang Asian Games sudah jadi perhatian dunia. Sebagai orang yang hobi lari, dia pun mengakui memang udara di Jakarta kurang baik untuk kesehatan.

"Saya bilang saya bisa sakit banget nih karena udara ini tidak sehat," ucapnya.

Namun Sandi bilang Erick kurang setuju akan rencana lapor ke Jokowi. Salah satu pemilik saham klub sepak bola Inter Milan itu meminta Sandi mengefektifkan ganjil genap.

"Kita melakukan perluasan ganjil-genap ini sebagai upaya selain untuk mengurangi kemacetan, tapi juga untuk memperbaiki kualitas udara," lanjut Sandi.

Kualitas udara di Jakarta jadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir menjelang perhelatan Asian Games.

Salah satu situs pengukur kualitas udara yang ternama, Air Visual, beberapa kali menempatkan Jakarta sebagai kota terpolusi di dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Hari ini, Kamis (26/7), Air Visual mencatat udara Jakarta masuk kategori tidak sehat. Jakarta juga menempati posisi pertama kota terpolusi mengalahkan Santiago (Chili), Dubai (Uni Emirat Arab), Denpasar (Indonesia), dan Chengdu (China).

Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan seharusnya Pemprov DKI menerapkan ganjil genap di seluruh wilayah Jakarta.

Selain itu perlu ada penghentian sementara kegiatan pembangunan yang menimbulkan polusi udara. Safrudin merujuk cara China yang menghentikan kegiatan pembangunan sebulan sebelum Olimpiade Beijing 2008.

"Agak mustahil, tapi selambat-lambatnya 35 hari sebelum Asian Games semua konstruksi dihentikan karena itu menghasilkan polusi debu yang luar biasa," ujar Safrudin kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (21/7). (wis/wis)