Hal tersebut disampaikan Dedi merespons keluhan Kivlan yang merasa difitnah terkait dengan aliran dana dari tersangka kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional, Habil Marati. Kivlan mengatakan itu usai menjalani agenda konfrontasi dengan Habil Marati, Iwan Kurniawan, dan beberapa saksi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam melalukan pemeriksaan, lanjutnya, penyidik tak hanya mendengar dari keterangan tersangka. Tetapi, juga mencari berbagai barang bukti serta menggali keterangan saksi, termasuk saksi ahli.
Lihat juga:Masa Tahanan Kivlan Zen Diperpanjang 40 Hari |
"Itu nanti juga akan dibuktikan dalam proses persidangan pengadilan secara transparan, terbuka dan jurdil, silakan," ucap Dedi.
Sebelum menjalani agenda konfrontasi, Kivlan juga menjalani pemeriksaan pada Senin (17/6), dalam kapasitasnya sebagai saksi bagi Habil Marati dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional.
Kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri sempat menyebut bahwa kliennya mengaku menerima uang dari Habil Marati. Kivlan berdalih uang itu dipakai untuk urusan yang berkaitan dengan kampanye antikomunisme.
"Mengakui, tapi tidak sesuai informasi. Hanya untuk demo dan tidak ada kaitan untuk pembelian senjata, tidak ada sama sekali," kata Yuntri, Senin (17/6).
Ia mengklaim uang itu bersifat sukarela dari Habil, namun ia tak bisa memastikan uang itu murni dari kantong pribadi Habil atau tidak.
[Gambas:Video CNN] (dis/wis)