Satpol PP, TNI dan Polri Copot Baliho Rizieq di Semarang

CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 03:12 WIB
Pencopotan dilakukan karena dipasang di lokasi terlarang dan juga tidak membayar pajak. Ilustrasi baliho bergambar petinggi FPI Rizieq Shihab (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Semarang, CNN Indonesia --

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Semarang didampingi Polri dan TNI melakukan pencopotan baliho dan spanduk bergambar petinggi FPI Rizieq Shihab di Kota Semarang.

Pencopotan baliho Rizieq dilakukan di kawasan Semarang Utara, yakni di Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Layur dan Jalan Kakap, pada Sabtu (21/11).

Pencopotan dilakukan karena keberadaan baliho bergambar Rizieq dianggap liar karena tidak pada tempatnya hingga tak membayar pajak.


"Kita copot dan bersihkan karena ini liar, pertama tidak pada tempatnya, yang kedua tak membayar pajak", kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto saat memantau langsung proses pencopotan baliho di Semarang Utara.

Pencopotan juga dilakukan terhadap baliho dan spanduk lain yang juga bermasalah. Dengan demikian, Satpol PP dan TNI Polri tidak hanya mencopot spanduk bergambar Rizieq.

"Enggak ada pembedaan, enggak ada tebang pilih. Yang bermasalah ya kita copot. Soal baliho, spanduk, reklame sudah ada Perdanya, jadi yang tidak sesuai Perda ya kita tindak", tambah Fajar.

Fajar menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan sweeping terhadap baliho dan spanduk bergambar Rizieq dan bergambar lain yang bermasalah dan melanggar aturan di Kota Semarang.

"Dari Semarang Utara akan kita kembangkan untuk sweeping ke daerah lain. Pokoknya yang ilegal dan bermasalah, kita tertibkan, mau itu gambar Rizieq atau gambar lain", terang Fajar.

Sebelumnya, pencopotan baliho dan spanduk bergambar Rizieq Shihab sudah dilakukan di DKI Jakarta. Aparat TNI dari Kodam Jaya yang turun langsung menertibkan baliho-baliho.

Pangdam Jaya Mayjen Dudung mengatakan pihaknya melakukan hal itu lantaran spanduk dan baliho dipasang kembali usai Satpol PP menurunkan.

(dmr/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK