8.000 Kasus Harian Corona 3 Hari Beruntun, Terendah saat PPKM

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 17:50 WIB
Penambahan kasus harian Virus Corona di Indonesia dalam tiga hari terakhir mencapai 8.000-an atau yang terendah selama PPKM. Ilustrasi penanganan kasus Covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Data Satgas Penanganan Covid-19 memperlihatkan penambahan kasus harian Virus Corona di Indonesia ada pada angka 8.000-an dalam tiga hari berturut-turut.

Rinciannya, 8 Februari ada penambahan 8.242 kasus; 9 Februari 8.700 kasus; dan hari ini 8.776 kasus baru.

Adapun data perkembangan Covid-19 secara kumulatif per (10/2) menunjukkan sebanyak 1.183.555 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 32.167 kasus di antaranya meninggal, dan 982.972 orang dinyatakan sembuh.


Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, angka harian 8.000-an kasus merupakan jumlah penambahan kasus Covid-19 harian terkecil selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid I dan II.

Rata-rata, penambahan kasus Covid-19 selama ini berada di angka 10 ribu kasus. Penambahan kasus harian sempat cetak rekor tertinggi pada 14 Januari dengan 14.224 kasus dalam sehari.

Sementara, jumlah total kasus Covid-19 selama dua pekan pelaksanaan PPKM jilid I, 11-25 Januari, adalah 171.230 kasus. Dari jumlah itu, rata-rata penambahan kasus harian Corona mencapai 12.230 kasus.

Jumlah total kasus Corona pada PPKM jilid II, 26 Januari-8 Februari, tercatat sebanyak 166.823 kasus. Bila dirata-ratakan, penambahan kasus harian mencapai 11.915 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sendiri menargetkan penurunan kasus Virus Corona dari PPKM Jilid I dan II, 11 Januari-8 Februari.

Optimisme Satgas itu setelah berkaca pada grafik perjalanan kasus Covid-19 di DKI Jakarta saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ibu kota pada September 2020.

Satgas memaparkan pada pekan keempat PSBB DI kasus Corona mulai menurun yang kemudian dilanjutkan dengan penurunan kasus di sebulan setelahnya.

"Nah, apa yang dilakukan PPKM jilid 1-II kemarin sehingga totalnya empat minggu ternyata polanya sama. Jadi waktu tiga minggu pertama itu masih naik, tapi minggu keempat mulai turun, dan ini kalau kita teruskan kita akan harusnya memanen penurunan kasus," kata Wiku, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (10/2).

Namun demikian, untuk saat ini, Wiku tak bisa secara gamblang menjelaskan dampak atau hasil dari PPKM mikro. Sebab menurutnya sebaran kasus Covid-19 di lapangan sangat dinamis dan tidak bisa diprediksi dengan apik.

"Kalau hasil pasti ada delay, tidak bisa langsung. Setiap kebijakan kan pasti begitu, karena penyakit akan bertahap menimbulkan gejala, jadi pasti akan delay, tapi efeknya jangka panjang-menengah pasti besar," tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM berbasis mikro, 9-22 Februari. Terdapat pelonggaran aktivitas di pusat perbelanjaan/mal, tempat makan, hingga perkantoran dibanding PPKM sebelumnya.

Kali ini, mal boleh buka hingga pukul 21.00 waktu setempat. Kemudian tempat makan boleh menerima pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas.

Sementara itu, pekerja diizinkan masuk hingga 50 persen di kantor. Ketentuan ini berbeda selama pelaksanaan PPKM mulai 11 Januari hingga 8 Februari.

(khr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK