Rangkuman Covid: Polemik Rachel Vennya Hingga Klaster DIY
CNN Indonesia
Kamis, 14 Okt 2021 19:03 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah kendaraan melintasi mural bertemakan Covid-19 di Kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami pelandaian dalam beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, sejumlah ahli kesehatan dan epidemiolog memprediksi gelombang ketiga covid-19 yang berpotensi terjadi di akhir tahun bisa berdampak lebih buruk.
Sejumlah daerah juga mulai melaporkan temuan klaster penularan covid-19 imbas dari mobilitas masyarakat yang mulai kembali tinggi di tengah pelandaian kasus covid-19. Penerapan protokol kesehatan covid-19 di kalangan masyarakat juga disebut menurun, hingga aturan karantina disebut-sebut ikut dilanggar oleh salah satu selebgram Indonesia.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaster Penularan Covid di DIY
Klaster penularan virus Covid-19 dilaporkan kembali bermunculan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Kepala Puskesmas Bambanglipuro, Tarsisius Glory menjelaskan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro beberapa hari terakhir menangani sejumlah pasien terkonfirmasi Covid-19. Mereka adalah warga dari Kecamatan Bambanglipuro dan Sanden, Kabupaten Bantul.
"Ada 11 pasien yang sekarang di RSLKC, mereka dari klaster tilik (menjenguk), senam, dan pasien lainnya," kata Glory saat dihubungi, Kamis (14/10).
Polemik Kabur Karantina Rachel Vennya
Selebgram Indonesia Rachel Vennya diduga tidak menjalankan masa karantina sesuai aturan. Rachel dituding kabur dari masa karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan yang seharusnya kala itu dilakukan 8 x 24 jam, namun ia disebut hanya melakukan masa karantina selama 3 x 24 jam saja.
Kodam Jaya telah melakukan penyelidikan. Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan dari hulu hingga hilir oleh Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19.
Herwin mengungkapkan berdasarkan penyelidikan sementara, diduga ada anggota berinisial (FS) yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) da membantu Rachel untuk kabur dari proses karantina usai tiba dari Amerika Serikat.
Herwin menyebut bahwa Mayjen Mulyo Aji selaku Pangdam Jaya dan Pangkogasgabpad Covid-19 telah memerintahkan pemeriksaan terhadap anggota TNI berinisial FS tersebut. Selain itu, lanjut Herwin, penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyayangkan laporan terkait dugaan selebgram Indonesia Rachel Vennya yang tidak menjalankan masa karantina sesuai aturan. Budi menyebut tindakan Rachel tersebut sangat egois.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap mematuhi aturan karantina selepas bepergian dari luar negeri. Menurutnya, hak dan kewajiban seluruh warga sama saja, sehingga tidak ada privilese atau keistimewaan tertentu bagi golongan tertentu.
Keduanya lantas mengingatkan bahwa pelanggaran akan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 tidak hanya merugikan yang bersangkutan seorang diri, melainkan juga berpotensi membuat penularan baru di lingkungannya.
Masa Karantina Dipangkas Jadi 5 Hari
Pemerintah memangkas masa karantina bagi orang yang datang dari luar negeri. Waktu karantina yang semula 8 x 24 jam kini dipangkas menjadi 5 x 24 jam. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan kebijakan itu berlaku untuk seluruh kedatangan internasional.
"Lama karantina ini selama 5 hari dan itu tidak hanya berlaku di Bali atau Kepri, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, seperti PMI, TKA, ASN, WNI/WNA umum," ujar Luhut.
Indonesia juga resmi membuka kembali gerbang pariwisata Bali dan Kepulauan Riau pada Kamis (14/10), dengan catatan hanya untuk wisatawan mancanegara dari 19 negara,
Rinciannya yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengklaim pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan tambahan guna mengantisipasi potensi terjadinya gelombang tiga virus corona yang diprediksi sejumlah ahli kesehatan bakal terjadi di akhir tahun maupun awal tahun.
"Saat ini pemerintah sedang merancang kebijakan antisipasi lonjakan kasus khususnya dalam menghadapi pelaksanaan acara besar, periode libur panjang, maupun hari raya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Wiku melanjutkan, saat ini yang perlu menjadi fokus bersama adalah penegakan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19 bagi segenap masyarakat. Sementara itu, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan strategi surveilans dan juga capaian program vaksinasi nasional.
Pemerintah Diminta Batalkan Negosiasi Molnupiravir
Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mendorong agar pemerintah mengurungkan rencana negosiasi dengan perusahaan farmasi Merck yang tengah memproduksi pil Molnupiravir.
Pandu menilai, pemerintah sebaiknya fokus untuk menangani pandemi virus corona di Indonesia melalui vaksinasi yang setidaknya sudah terbukti meminimalisir penularan. Pun sejauh ini menurutnya Molnupiravir belum mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).
Usul Uji Klinik Ivermectin Dihentikan
Epidemiolog FKM UI Pandu Riono juga mengusulkan agar pemerintah menghentikan uji klinik fase II Ivermectin sebagai obat penanganan pasien terinfeksi virus corona (covid-19) di Indonesia.
Pandu mengatakan, sejauh ini belum ada lembaga sains maupun Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang memberikan lampu hijau Ivermectin sebagai obat covid-19. Lagi pula, penanganan pandemi covid-19 di Indonesia menurutnya lebih baik difokuskan pada akselerasi program vaksinasi nasional terlebih dahulu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas masih berproses melakukan negosiasi dengan otoritas Arab Saudi agar calon jemaah umrah Indonesia yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm itu, cukup sebagai persyaratan umrah.
Negosiasi itu menyusul pemerintahan Raja Salman yang mengharuskan WNI penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm menerima suntikan booster sebelum berangkat umrah. Hal itu terjadi lantaran Saudi masih menetapkan empat jenis vaksin sebagai syarat sah bepergian ke negara kerajaan tersebut.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kemenkes per Kamis (14/10) Pukul 12.00 WIB mencatat baru 104.308.702 orang yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 60.422.073 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 50,08 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 29,01 persen. Untuk itu, opsi vaksin booster menurutnya masih belum etis untuk dilakukan.
Update Covid 14 Oktober 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Kamis (14/10) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 1.053 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 1.715 kasus, dan 37 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.232.099 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.069.399 orang dinyatakan pulih, 19.852 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 142.848 lainnya meninggal dunia.
Perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia mengalami pelandaian dalam beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, sejumlah ahli kesehatan dan epidemiolog memprediksi gelombang ketiga covid-19 yang berpotensi terjadi di akhir tahun bisa berdampak lebih buruk.
Sejumlah daerah juga mulai melaporkan temuan klaster penularan covid-19 imbas dari mobilitas masyarakat yang mulai kembali tinggi di tengah pelandaian kasus covid-19. Penerapan protokol kesehatan covid-19 di kalangan masyarakat juga disebut menurun, hingga aturan karantina disebut-sebut ikut dilanggar oleh salah satu selebgram Indonesia.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaster Penularan Covid di DIY
Klaster penularan virus Covid-19 dilaporkan kembali bermunculan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Kepala Puskesmas Bambanglipuro, Tarsisius Glory menjelaskan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro beberapa hari terakhir menangani sejumlah pasien terkonfirmasi Covid-19. Mereka adalah warga dari Kecamatan Bambanglipuro dan Sanden, Kabupaten Bantul.
"Ada 11 pasien yang sekarang di RSLKC, mereka dari klaster tilik (menjenguk), senam, dan pasien lainnya," kata Glory saat dihubungi, Kamis (14/10).
Polemik Kabur Karantina Rachel Vennya
Selebgram Indonesia Rachel Vennya diduga tidak menjalankan masa karantina sesuai aturan. Rachel dituding kabur dari masa karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan yang seharusnya kala itu dilakukan 8 x 24 jam, namun ia disebut hanya melakukan masa karantina selama 3 x 24 jam saja.
Kodam Jaya telah melakukan penyelidikan. Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan dari hulu hingga hilir oleh Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19.
Herwin mengungkapkan berdasarkan penyelidikan sementara, diduga ada anggota berinisial (FS) yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) da membantu Rachel untuk kabur dari proses karantina usai tiba dari Amerika Serikat.
Herwin menyebut bahwa Mayjen Mulyo Aji selaku Pangdam Jaya dan Pangkogasgabpad Covid-19 telah memerintahkan pemeriksaan terhadap anggota TNI berinisial FS tersebut. Selain itu, lanjut Herwin, penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyayangkan laporan terkait dugaan selebgram Indonesia Rachel Vennya yang tidak menjalankan masa karantina sesuai aturan. Budi menyebut tindakan Rachel tersebut sangat egois.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap mematuhi aturan karantina selepas bepergian dari luar negeri. Menurutnya, hak dan kewajiban seluruh warga sama saja, sehingga tidak ada privilese atau keistimewaan tertentu bagi golongan tertentu.
Keduanya lantas mengingatkan bahwa pelanggaran akan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 tidak hanya merugikan yang bersangkutan seorang diri, melainkan juga berpotensi membuat penularan baru di lingkungannya.
Masa Karantina Dipangkas Jadi 5 Hari
Pemerintah memangkas masa karantina bagi orang yang datang dari luar negeri. Waktu karantina yang semula 8 x 24 jam kini dipangkas menjadi 5 x 24 jam. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan kebijakan itu berlaku untuk seluruh kedatangan internasional.
"Lama karantina ini selama 5 hari dan itu tidak hanya berlaku di Bali atau Kepri, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, seperti PMI, TKA, ASN, WNI/WNA umum," ujar Luhut.
Indonesia juga resmi membuka kembali gerbang pariwisata Bali dan Kepulauan Riau pada Kamis (14/10), dengan catatan hanya untuk wisatawan mancanegara dari 19 negara,
Rinciannya yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.
Satgas Klaim Buat Kebijakan Antisipasi Gelombang 3
Gelombang tiga Covid-19 diprediksi terjadi pada akhir tahun 2021. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengklaim pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan tambahan guna mengantisipasi potensi terjadinya gelombang tiga virus corona yang diprediksi sejumlah ahli kesehatan bakal terjadi di akhir tahun maupun awal tahun.
"Saat ini pemerintah sedang merancang kebijakan antisipasi lonjakan kasus khususnya dalam menghadapi pelaksanaan acara besar, periode libur panjang, maupun hari raya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Wiku melanjutkan, saat ini yang perlu menjadi fokus bersama adalah penegakan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19 bagi segenap masyarakat. Sementara itu, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan strategi surveilans dan juga capaian program vaksinasi nasional.
Pemerintah Diminta Batalkan Negosiasi Molnupiravir
Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mendorong agar pemerintah mengurungkan rencana negosiasi dengan perusahaan farmasi Merck yang tengah memproduksi pil Molnupiravir.
Pandu menilai, pemerintah sebaiknya fokus untuk menangani pandemi virus corona di Indonesia melalui vaksinasi yang setidaknya sudah terbukti meminimalisir penularan. Pun sejauh ini menurutnya Molnupiravir belum mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).
Usul Uji Klinik Ivermectin Dihentikan
Epidemiolog FKM UI Pandu Riono juga mengusulkan agar pemerintah menghentikan uji klinik fase II Ivermectin sebagai obat penanganan pasien terinfeksi virus corona (covid-19) di Indonesia.
Pandu mengatakan, sejauh ini belum ada lembaga sains maupun Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang memberikan lampu hijau Ivermectin sebagai obat covid-19. Lagi pula, penanganan pandemi covid-19 di Indonesia menurutnya lebih baik difokuskan pada akselerasi program vaksinasi nasional terlebih dahulu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas masih berproses melakukan negosiasi dengan otoritas Arab Saudi agar calon jemaah umrah Indonesia yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm itu, cukup sebagai persyaratan umrah.
Negosiasi itu menyusul pemerintahan Raja Salman yang mengharuskan WNI penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm menerima suntikan booster sebelum berangkat umrah. Hal itu terjadi lantaran Saudi masih menetapkan empat jenis vaksin sebagai syarat sah bepergian ke negara kerajaan tersebut.
Capaian Dosis Vaksin RI
Kemenkes per Kamis (14/10) Pukul 12.00 WIB mencatat baru 104.308.702 orang yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 60.422.073 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 50,08 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 29,01 persen. Untuk itu, opsi vaksin booster menurutnya masih belum etis untuk dilakukan.
Update Covid 14 Oktober 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Kamis (14/10) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 1.053 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 1.715 kasus, dan 37 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.232.099 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.069.399 orang dinyatakan pulih, 19.852 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 142.848 lainnya meninggal dunia.