Klarifikasi Tim Bayangan, Nadiem Dicecar Komisi X DPR

Dika Kardi | CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 15:00 WIB
Sejumlah anggota Komisi X DPR membelejetkan persoalan pendidikan Indonesia sambil menyinggung tim bayangan yang dibanggakan Nadiem di markas PBB. Mendikbud Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa bulan lalu. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dicecar anggota DPR terkait pengelolaan dunia pendidikan Indonesia dalam rapat kerja dengan Komisi X pada Senin (26/9).

Dalam rapat tersebut, Nadiem pun mengklarifikasi terkait pernyataannya dalam acara di markas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) soal tim bayangan (shadow teams) di Kemendikbudristek.

Salah satunya, anggota DPR Fraksi Demokrat Anita Jacoba Gah yang mencecar Nadiem dan jajarannya, terutama terkait nasib guru honorer hingga pendidikan di daerah 3T (daerah tertinggal, terdepan, dan terluar)

Anita awalnya menyinggung soal pidato Nadiem di dalam rangkaian agenda United Nations Transforming Education Summit di markas PBB beberapa waktu lalu. Pidato Nadiem di markas PBB itu pun sempat diunggah di media sosial instagramnya.

Anita mengaku tak bisa memberikan tepuk tangan kepada Nadiem lantaran masih banyak permasalahan di dunia pendidikan. Dia menyebut apa yang dikatakan Nadiem di PBB bertolak belakang dengan kenyataannya.

"Orang luar negeri mungkin tepuk tangan karena merasa hebat, tapi tidak bagi kami, khususnya anggota DPR RI, apalagi kami yang turun ke bawah. Kami lihat air mata rakyat masih ada," kata Anita dalam rapat bersama DPR Komisi X, Jakarta, Senin (27/9) yang dilihat dari situs Youtube alat kelengkapan dewan tersebut.

Anita juga menyinggung soal tim bayangan yang dibuat Nadiem. Menurutnya, hal itu bukan sesuatu yang membanggakan.

"Saya dengar di PBB anda bilang dengan bangganya ada 400 anggota tim bayangan. pPertanyaan saya, apa dampak positifnya? Apa dampak positifnya buat Indonesia?  Kenapa masih banyak persoalan di daerah 3T?" tanya dia kepada Nadiem.

"Terus 400 anggota tim bayangan itu apa kebanggaannya, apa yang mereka lakukan sehingga kita harus bangga dengan anda?" imbuh anggota dewan dari Dapil NTT II tersebut.

Sebelumnya, Anita membeberkan satu persatu permasalahan pendidikan di Indonesia dalam rapat Komisi X dengan Mendikbud Nadiem dan jajarannya tersebut.

Pertama, soal inkonsistensi program dan anggaran. Anita menyebut ada selisih yang jauh anggaran yang dilaporkan sebelumnya dengan yang terbaru.

"Pak menteri itu di Ditjen Pendidikan Tinggi itu ada selisih lagi. Ada selisih sekitar 7 miliar apa 7 triliun ini. Saya bingung jadinya," ucapnya.

Lalu dia mulai menyinggung soal nasib guru. Menurut dia, banyak guru honorer yang lolos PPPK, tetapi belum mendapat gaji.

"Sampai saat ini pak masih banyak guru-guru yang menangis, 'kami menerima gaji, makan apa kami, kami sudah lulus passing grade tapi mana gaji kami. Kami sudah tidak bekerja lagi, anak kami mau makan apa?'," ucap dia menyampaikan suara guru- guru yang diterimanya.

"Dengar itu dong pak menteri itu yang harus anda pikirkan kalau harus ditepuk tangan oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR lainnya dari Fraksi Gerindra, Nuroji, juga mengkritik Nadiem dalam memimpin kementeriannya. Menurutnya, Nadiem memang punya banyak ide terobosan, namun masalah yang ada juga banyak.

"Saya belum bisa kasih tepuk tangan juga dengan terobosan pak menteri. Saya masih banyak berhadapan dengan masalah mungkin sepele buat pak menteri tapi sangat mendasar bagi dunia pendidikan," ucap dia.

"Bagi para pendidik maupun pengelola keguruan, murid dan orang tua sendiri. Masalah guru honorer, Sekolah kurang fasilitas," imbuh anggota dewan dari Dapil Jabar VI itu.

Selain itu, anggota Komisi X dari Fraksi PAN Dewi Coryati yang juga mencecar Nadiem mendesak agar Kemendikbudristek bergerak cepat terkait pengangkatan guru-guru honorer.

Pasalnya, banyak guru honorer yang mengaku gajinya ditunggak. Mereka, kata dia, bahkan sampai mengadu kepada advokat Hotman Paris Hutapea di Kopi Joni, Jakarta. Video tersebut pun viral.

"Mereka mengeluhkan 9 bulan terakhir belum dapat gaji sama sekali. Hal seperti ini selalu kita dengar. Tolong action cepat," ucap dia.

Lalu, terkait tim bayangan, Dewi menyebut Nadiem telah melanggar susuan organisasi tata kerja dan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Sebab, Nadiem menyebut dalam tim tersebut, posisi produk manajer setara dirjen.

"Apabila itu benar menurut kami ini telah menyalahi susuan organisasi tata kerja dan UU No 5 tahun 2014 tentang ASN. Jadi kami beranggapan seperti ini dengan video yang di-posted oleh pak menteri sendiri," ujar anggota DPR dari Dapil Bengkulu tersebut.

Baca halaman selanjutnya, ada penjelasan dari Nadiem dalam rapat bersama Komisi X DPR.

Apresiasi PDIP dan Penjelasan Nadiem soal Tim Bayangan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER