Cerita Pelatih Dari Langit dan Naga Api Divaksin Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 20:23 WIB
Dua pelatih kenamaan Indonesia, Indra Sjafri dan Herry IP, menceritakan vaksinasi Covid-19 di Istora Senayan, Jumat (26/2). Dua pelatih kenamaan Indonesia, Herry IP (kiri) dan Indra Sjafri, mendapat vaksin Covid-19. (CNN Indonesia/Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua pelatih kenamaan Indonesia menceritakan kisahnya menerima vaksin Covid-19 di Istora Senayan, Jumat (26/2). Mereka adalah eks-pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri dan pelatih ganda putra badminton, Herry Iman Pierngadi.

Sejak masuk dalam daftar vaksin pertama di bidang olahraga, Indra tak pernah merasa ragu. Buat Indra vaksin adalah bagian dari ikhtiar guna tetap sehat di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda.

"Saya sangat percaya dengan ikhtiar, usaha. Ini kan usaha untuk kita sehat, supaya bisa tidak tertular ya saya jalani itu. Saya imbau ke masyarakat, tidak mungkinlah vaksin ini diberikan ke masyarakat secara gegabah. Saya sudah merasa aman ya, minimal kita harus ikuti dan saya imbau harus vaksin lah," kata pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI.


Indra menceritakan tahapan-tahapan yang harus dilewatinya sebelum vaksin Covid-19 disuntikkan ke lengan kirinya. Setelah tiba di lokasi, Indra menjalani empat tahapan; registrasi, cek data profil, menjawab pertanyaan soal kondisi pribadi, termasuk mengenai sakit bawaan.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri saat menerima vaksin Covid-19 diIstora Senayan, Jumat (26/2)Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri saat menerima vaksin Covid-19 diIstora Senayan, Jumat (26/2). (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Setelah itu Indra menjalani pengecekan saturasi oksigen dan cek tensi darah. Lolos dari tahapan-tahapan tersebut, Indra baru mendapatkan vaksin.

"Setelah divaksin kita lapor lagi dan menunggu 30 menit. Kalau tidak ada masalah, habis itu dapat kartu tanda penerima vaksin dan penjadwalan untuk vaksin kedua. Setelah itu boleh pulang," ujarnya.

Setelah divaksin, Indra tidak merasakan hal aneh. Hanya saja tangan kirinya agak pegal bekas disuntik dan menurutnya wajar.

Banner Testimoni

Menurut jadwal, Indra Sjafri akan mendapatkan vaksin kedua pada 12 Maret 2021 mendatang. Namun, vaksinasi kedua tidak lagi terpusat, tetapi akan disesuaikan dengan NIK atau Nomor Induk Kependudukan yang lokasinya akan diinformasikan melalui layanan pesan singkat.

"Cuma kalau saya kan di KTP tinggal di Yogyakarta, padahal sekarang saya tinggal di Jakarta. Jadi ,saya bisa lapor ke Dinas Kesehatan untuk bisa vaksin kedua itu di Jakarta. Saya pikir secara administrasi ini semua sangat apik, sangat rapi," ungkapnya.

Indra mendapat julukan 'pelatih dari langit' oleh jurnalis yang biasa meliput Timnas Indonesia. Julukan itu diberikan setelah ia menyatakan bakal memanggil Egy Maulana Vikri, yang sedang bermain di Polandia, kapanpun Timnas Indonesia membutuhkan.

'Mau di langit pun akan saya panggil dia,' ujar Indra ketika itu sehingga julukan pelatih dari langit disematkan untuk mantan pegawai PT Pos Indonesia tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Istora yang Berbeda Buat Herry IP

Herry IP, pelatih yang dijuluki Naga Api oleh fan bulutangkis, juga hadir di Istora dalam rangka vaksinasi perdana di bidang olahraga. Jika biasanya, Herry IP masuk Istora Senayan untuk mendampingi para atlet ganda putra bertanding di event-event besar badminton, kini ia datang untuk disuntik.

Awalnya ia membayangkan kondisinya bakal menyeramkan. Namun kenyataannya tidak seseram itu.

"Kalau saya pribadi masuk situ [Istora Senayan] sudah biasa, kan salah satu tempat di mana kita sering bertanding. Tapi suasananya beda. Pas masuk ke dalam tidak seperti yang dibayangin, seram takut. Suasananya santai, jaga jarak sangat diperhatikan banget," kata Herry IP.

Usai divaksin, Herry IP mengaku merasa lebih tenang. Meskipun sudah divaksin, ia juga akan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan yang diwajibkan. Sebab, divaksin bukan berarti bebas dari bahaya paparan Covid-19.

"Enggak ada kebal-kebal. Sampai sekarang puji syukur tak ada rasa apa-apa. Yang ada haus sama lapar. Tidak ada pantangan apa-apa, cuma dijaga protokol kesehatannya saja," terangnya

(TTF/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK